Eksklusif Raja Game Dari Surabaya
Jadi Sasaran Pembajak Tiongkok, Founder Mojiken Malah Bangga
Belakangan baru diketahui game Vamp’s Revenge itu ternyata karya gemilang arek-arek Surabaya, yang tergabung di Studio Mojiken.
SURYA.co.id | SURABAYA - Game bertitel Vamp’s Revenge sempat masuk deretan game terlaris dunia yang dijual di App Store milik Apple.
Tapi, umumnya penikmat mengira game itu berasal dari Tiongkok.
Pasalnya, game dengan tokoh utama vampir kecil yang lucu ini beredar dengan label Qin Chin, perusahaan publisher Tiongkok.
Belakangan baru diketahui game Vamp’s Revenge itu ternyata karya gemilang arek-arek Surabaya, yang tergabung di Studio Mojiken.
“Kami sendiri baru tahu ada pembajakan, setelah mendapat kabar dari seorang teman, jurnalis game,” jelas Eka Pramudita Muharram, CEO and Founder Mojiken, Rabu (25/2/2015).
Eka mengaku bangga karyanya menjadi sasaran pembajakan.
“Kami menjadi bisa lebih tahu potensi game karya teman-teman di Mojiken. Game ini pasti punya nilai tinggi. Baik secara kualitas maupun finansial. Bila tidak, mana mungkin publisher membajaknya,” ujar alumnus ITS itu.
Mojiken termasuk pengembang game dari Surabaya yang cukup fenomenal.
Belum genap dua tahun, perusahaan ini mampu mencuri perhatian para mania game dunia.
Eka mengaku Vamp’s Revenge yang merupakan game spektuker keduanya ini belum sempat didaftar hak intelektual-nya ketika pembajakan terjadi. Itu sebabnya, ia tidak melakukan gugatan hukum.
“Kami coba email pihak mereka (publisher Tiongkok) namun tidak ditanggapi. Akhirnya kami membuat press release dan kontak pihak Apple. Penyelesaiannya take down atau menghapus konten game itu dari Apps Store saja. Setelah dihapus, kasus pun ditutup,” tegas Eka. (idl)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA