Dua PNS Malang Bobol Bank
Dianggap Tidak Profesional, Anton Ganti Dirut BPR Tugu Arta
Menurut Anton, dengan adanya kejadian pembobolan itu menunjukkan direktur BPR Tugu Arta sekarang memang tidak profesional.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG - Wali Kota Malang, M Anton mengambil langkah cepat soal pembobolan BPR Tugu Arta yang dilakukan dua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Malang.
Anton memerintahkan Direktur Utama (Dirut) BPR Tugu Arta, Tomy, segera diganti.
"Dengan adanya kasus (PNS bobol BPR Tugu Arta) ini, saya perintahkan agar direkturnya segera diganti. Sekarang sudah proses penjaringan direktur baru," kata Anton, usai melantik Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Kota Malang, Anita Sari, di kantor PDAM Kota Malang, Kamis (26/2/2015).
Menurut Anton, dengan adanya kejadian pembobolan itu menunjukkan direktur BPR Tugu Arta sekarang memang tidak profesional.
Maka dari itu, ia sedang mencari direktur baru yang mengerti masalah perbankkan.
"Salah satu alasan kami mengganti direktur BPR Tugu Arta karena dia tidak profesional," ujarnya.
Perlu diketahui, dua PNS di lingkungan Pemkot Malang, Fransisca Daris alias Siska dan Winarti Utami juga membobol BPR Tugu Arta Rp 2 miliar.
Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Malang Kota.
Tetapi, Siska dan Winarti lebih dulu ditangkap penyidik Polda Jatim juga soal pembobolan bank. Kasus yang ditangani Polda Jatim, yakni, soal pembobolan Bank Saudara Batu Rp 3,5 miliar.
Kemudian Polda Jatim menarik kasus pembobolan BPR Tugu Arta dari Polres Malang Kota.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA