Kamis, 9 April 2026

Mahasiswa UM Berbagi Resep Sup dari Hati Pohon Pisang

Bagi mahasiswa Program Studi tata Boga, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM), ares bisa dimanfaatkan bahan sup.

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Parmin

SURYA.co.id | BATU - Siapa sangka, hati pohon pisang (ares) yang selama ini dibuang, ternyata bisa dimanfaatkan untuk bahan makanan.

Bagi mahasiswa Program Studi tata Boga, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM), ares bisa dimanfaatkan untuk bahan sup.

Rabu (25/2/2015), lima mahasiswa tata boga UM dan tutor dari SMK Negeri 1 Kota Batu berbagi resep membuat berbagai makanan kepada 85 anggota PKK desa, kecamatan, kota yang digelar Kantor Ketahanan Pangan. Berbagi resep sekaligus praktek itu dilakukan di aula kantor Desa Punten.

Bau olahan rempah-rempah yang ditumis menyengat dari kejauhan. Hati pohon pisang yang sudah diiris itu dicampur rempah-rempah. Saking menyengatnya, banyak itu mengundang peserta untuk bersin.

Sup berbahan hati pohon pisang dinamai sup ares. Cara membuatnya, ares dirajang dan direndam air garam. Haluskan bumbu, antara lain bawang merah, bawang putih, trasi, lalu tumis dengan rajangan cabai hijau, daun salam, dan lengkuas.

Masukkan ares, tumis hingga layu, lalu tambahkan santan. Masak hingga matang sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah.

Seorang mahasiswi UM yang ikut berbagi resep, Nurita mengatakan, di sini Malang Raya, jumlah ares banyak, tapi pemanfaatannya kurang. Padahal, ares ini mengandung zat besi, zat abu, air, tapi minim protein.

“Bagi vegetarian makanan ini bagus. Ares sudah menjadi bahan makanan di Bali dan Sumatera,” kata Nurita yang telah meneliti ares enam bulan lalu.

Katanya, ares yang baik berasal dari pisang bukan buah, antara lain pisang raja, kepok, klutuk. Rasa ares dari pisang itu manis. Berbeda jika bahan ares yang dimasak berasal dari pisang buah rasa buah, rasanya sepet.

Nurita berharap, masyarakay mau memanfaatkan ares untuk bahan makanan alternatif untuk mengurangi ketergantungan dari beras dan terigu. Selain ares, para pemberi resep juga membagikan bahan makanan lainnya, yakni, bisa menggunakan ontong dan singkong.

Beberapa makanan yang dipraktekkan, antara lain, sup rollade singkong, sup ares, nugget ontong, lumpia, risoles lontong, ayam bumbu rujak dengan singkong crispy, cassava fish rollied, cake singkong, dan kue lumpur singkong.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nuryati mengatakan, bahan makanan alternatif itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Selama ini ketergantungan kepada beras tinggi.

“Sekarang cari alternatif mengurangi ketergantungan. Bahan ini biayanya murah, ibu-ibu tidak perlu belanja bahan makanan mahal,” katanya.

Tujuan kegiatan itu untuk membantu para ibu rumah tangga menyajikan makanan bergizi dan aman kepada keluarganya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved