Knalpot Penyebab Utama Pingsannya Sopir dan Penumpang Taksi
"Bukan air conditioner (AC)," ucap Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Arief Suharto, Senin (23/2/2015).
Penulis: Ian Darmawan | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah dilakukan penyelidikan Tim Labfor Polda Jawa Timur atas kasus sopir dan penumpang taksi yang keracunan gas beberapa hari kemarin ternyata gas beracun itu berasal dari bagian knalpot.
"Bukan air conditioner (AC)," ucap Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Arief Suharto, Senin (23/2/2015).
Arief sempat tidak percaya atas hasil temuan tersebut. Namun, saat diperiksa lebih lanjut dan dilakukan pengamatan bersama dengan tim labfor, knalpot menjadi masalah utama.
"Yang jadi bahaya lagi kan kaca mobil tertutup. Kalau dibuka mungkin tidak apa," imbuhnya.
Arief menjelaskanaAsap tersebut masuk melalui bagasi kemudian ke bagian dalam mobil.
Knalpot yang seharusnya ada di bawah bemper mobil dan menyeruak keluar ini tidak terpasang seharusnya. Asap knalpot tersebut tersumpat. Bahkan terlihat bemper mobil di sekitar knalpot rusak dan membentuk cap knalpot.
Sempat dilakukan perbandingan dengan taksi yang lain. Dan kesimpulan saat ini adalah knalpot taksi jadi penyebab utama kejadian.
Saat itu tiga penumpang menjadi korban taksi beracun, termasuk sang sopir. Namun penumpang sudah di rumah. Sedangkan sopir taksi masih dirawat di Dr Soetomo.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA