Selasa, 14 April 2026

Ledakan Bom Ikan Sumenep

Warga Pulau Gili Raja Tidak Gemar Buat Bondet

“Sepengetahuan saya selama menjadi Kapolsek di Gili Genting, tidak ada warga di pulau Gili Raja atau pulau Gili Genting, yang gemar

Penulis: Moh Rivai | Editor: Yoni

SURYA.co.id |SUMENEP – Kapolsek Gili Genting AKP Maryono, menyatakan, warga Pulau Gili Raja, tidak gemar membuat petasan atau Bondet.

Karena sebagian besar nelayan setempat dalam menjaring ikan hanya menggunakan jaring dan jala tradisional, tidak dengan cara mengunakan bom ikan atau bondet.

Bahkan beberapa tahun terakhir ini, sebagian besar warga Pulau Gili Raja, banyak merantau ke luar daerah, seperti ke Surabaya,Jakarta, bahkan banyak yang mengadu nasib sebagai TKI dan TKW ke luar negeri untuk memenuhi nafkah hidupnya.

“Sepengetahuan saya selama menjadi Kapolsek di Gili Genting, tidak ada warga di pulau Gili Raja atau pulau Gili Genting, yang gemar membuat petasan atau bondet. Kalaupun ada kegiatan hajatan yang menggunakan mercon atau kembang api, justru beli dari luar pulau tersebut,’’ ujar AKP Maryono, Jumat (20/2/2015).

Meski begitu, pihaknya akan tetap mendalami temuan, dan mengungkap pemilik maupun asal usul bondet atau bon ikan, yang nyaris menewaskan empat pemuda asal pulau Gili Raja tersebut.

"Makanya saat ini dua saksi korban yaitu Feri dan Pandi, terus kami mintai keterangan untuk mengungkap temuan bondet yang mengakibatkan mereka terluka dan satu korban nyaris tewas," lanjut Maryono.

Sementara satu saksi bernama Dianpurnama (11), belum bisa dimintai keterangan karena yang bersangkutan tidak datang waktu dipanggil oleh petugas.

Namun begitu polisi akan tetap memanggil Dian Purnama untuk pemeriksaan.

Sedangkan saksi lain yakni korban Jefriyanto belum bisa dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan di RSD Pamekasan.

“Kami masih menunggu waktu yang tepat untuk memeriksa korban Jefriyanto, karena masih dalam perawatan intensif di RSD Pamekasan,”bebernya.

Diberitakan sebelumnya, empat pemuda yakni Jefriyanto (12), Dianpurnama (11), Feri (10), dan Pandi (11), sedang berlibur ke pantai dan bermain bola kasti. Namun apes bola yang mereka jadikan mainan ternyata bondet, yang akhirnya meledak dan membuat empat pemuda terkapar.

Dalam peristiwa tersebut, satu korban bernama Jefriyanto, tangannya hancur dan harus di rawat di rumah sakit Pamekasan. Sedangkan tiga korban hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved