Jumat, 10 April 2026

Deklarasi Bhumi Arema Lahir dari Bioskop Kelud

Deklarasi Bhumi Arema ini lahir karena masyarakat Malang berasal dari berbagai latar belakang budaya, etnis dan agama.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Adi Sasono

SURYA.co.id | MALANG - Proses lahirnya Deklarasi Damai Bhumi Arema sebelum dibacakan Minggu (15/2/2015) ternyata sangat panjang. Butuh waktu dua minggu untuk mereka membahas isi deklarasi tersebut.

Penanggung jawab Deklarasi Bhumi Arema, Ahmad Hidayat mengungkapkan deklarasi ini merupakan lanjutan dari pertemuan komunitas se Malang Raya di Bioskop Kelud pada 25 Januari 2015.

"Hasil pertemuan itu yang kami bacakan saat ini," ungkap Ahmad pada Surya, Minggu siang.

Pria yang juga menjabat sebagai Penasehat Komunitas Peduli Malang ini menjelaskan, deklarasi tersebut lahir karena masyarakat Malang berasal dari berbagai latar belakang budaya, etnis dan agama.

Apalagi, di kota Malang ini juga terdapat ribuan mahasiswa dari berbagai macam daerah. Ini membuat persoalan sosial di Malang menjadi kompleks, dan rawan terjadi gesekan.

"Kesadaran untuk menghargai perbedaan, dan memelihara perdamaian di Bumi Arema ini yang membuat kami membuat deklarasi perdamaian ini," tambahnya.

Sementara itu, prosesi pembacaan deklarasi ini digelar sederhana. Mereka kala itu hanya menampilkan kegiatan, dan keahlian masing-masing dihadapan warga, dan pengguna jalan seperti Tari Beskalan Putri, Tari Grebeg Putih, freestyle dan lainnya.

Penampilan-penampilan ini dimulai sejak pukul 08.00 hingga Pukul 12.00 di panggung kecil, yang mereka dirikan di depan Makam Pahlawan, Jalan Pahlawan Trip.

Selain penampilan para komunitas ini, Artis Chandra Malik juga hadir dan bernyanyi memberi suport kegiatan komunitas ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved