Breaking News
Ateis Amerika Tembak Mati 3 Tetangga Muslim asal Suriah
FOLLOW @portalSURYA - Ateis bernama Craig Stephen Hick (46) itu menembak dari jarak dekat, kemudian menyerahkan diri ke polisi.
SURYA.co.id | NORTH CAROLINA - Deah Shaddy Barakat (23 tahun), beserta istrinya, Yusor Abu-Salha (21), dan adik iparnya, Razan Abu-Salha (19), ditembak di depan apartemen mereka di kawasan Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat, Selasa (10/02/2015) petang waktu setempat.
Mereka ditembak dari jarak dekat oleh Craig Stephen Hick (46), tetangga Barakat, yang kemudian langsung menyerahkan diri pada polisi.
Lelaki yang memproklamirkan dirinya sebagai ateis di akun sosial media miliknya ini menembak ketiga warga berdarah Suriah itu karena memang membenci mereka.
"Tidak ada alasan spesifik. Mereka muslim. Saya benci setiap muslim. Saya membenci semua orang yang beragama," kata Hick.
CRAIG Stephen Hick
Di dinding akun Facebook miliknya, Hick memampangkan banner dari kelompok anti agama, Atheists for Equality. Polisi, seperti dikutip CNN, menemukan banyak status berbau rasis. Di antaranya berbunyi: "When it comes to insults, your religion started this, not me. If your religion kept its big mouth shut, so would I."
Sekitar sepekan sebelum penembakan, Hick juga sempat terlibat perdebatan perihal konflik Timur Tengah dan Yahudi di Twitter. Ia berulangkali menegaskan dalam diskusi itu bahwa Palestina dan Israel adalah sumber masalah. Dan kedua-duanya, baik Muslim, Kristen, maupun Yahudi, di kedua negara itu, mesti dibasmi.
"Sapu semuanya, jangan sampai tersisa," katanya. Yang mengejutkan, menurut polisi pada Daily Mail, Barakat, mahasiswa jurusan administrasi dan manajemen bisnis di NCSU, juga terlibat dalam diskusi yang sengit ini.
Barakat menulis: "It's so freaking sad to hear people saying we should "kill Jews" or "Kill Palestinians". As if that's going to solve anything SMH [shaking my head]."
Setelah kabar kematiannya beredar, tweet Barakat ini di-retweet oleh banyak netizen. Terutama oleh rekan-rekan mereka di North Carolina State University (NSCU). Yusor dan Razan Mohammad Abu-Salha, kuliah di universitas yang sama. Yusor di Fakultas Kedokteran sedangkan Razan di jurusan Architecture and Environmental Design.
Dukungan juga datang dari kelompok-kelompok masyarakat non-Muslim. Tanda pagar atau hashtag #MuslimLivesMatter menjadi trending topic lokal di Amerika. Umumnya, cuit berisi kecaman terhadap Hick yang akan menghadapi tuntutan atas pembunuhan tingkat pertama dengan ancaman maksimal hukuman mati. Tribun Medan/T. Agus Khaidir
LIKE: http://facebook.com/suryaonline
FOLLOW: http://twitter.com/portalsurya