Foto Model Korban Penganiayaan Keluarga Polisi Tuntut Keadilan

Follow @portalSURYA - "Saya berharap mereka dituntut dan dijatuhi vonis yang setimpal," sambung perempuan yang juga berprofesi sebagai foto model.

Foto Model Korban Penganiayaan Keluarga Polisi Tuntut Keadilan
SURYA.co.id/Muhammad Taufik
Nuri Anggraeni 

SURYA.co.id | SURABAYA - Nuri Anggraeni, wanita cantik korban penganiayaan merasa penanganan kasusnya janggal. Dia bahkan merasa kejanggalan tersebut terjadi sejak di kepolisian, kejaksaan, hingga kini dalam proses di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Perempuan warga Jalan Karangan IV Surabaya, yang sehari-hari bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) tersebut menjadi korban pengeroyokan keluarga polisi. Setelah dia melapor, malah dilaporkan balik.

LIKE Facebook SURYA | Follow Twitter SURYA

Anehnya, penanganan atas laporannya sampai sekarang belum tuntas, sedangkan dirinya yang dilaporkan malah sudah terlebih dulu tuntas sejak beberapa waktu lalu.

"Untuk perkara saya, saya sudah divonis empat bulan penjara dengan masa percobaan delapan bulan pada 29 September 2014. Sedangkan terkait laporan saya, baru besok (10/2/2015) disidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa," ujar Nuri di PN Surabaya, Senin (9/2/2015).

Dalam perkara ini, dua orang menjadi terdakwa, yakni Ani Trisnawati dan Chaiyinah.

"Saya berharap mereka dituntut dan dijatuhi vonis yang setimpal," sambung perempuan yang juga berprofesi sebagai foto model tersebut.

Jika tuntutan dan vonis terhadap dua terdakwa itu ringan, Nuri mengaku akan mengadu ke Komisi Yudisial (KY) dan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Jaksa dalam kasus ini adalah Arief Fathur Rahman dari Kejari Surabaya.

Nuri menilai, para penegak hukum tak netral dalam penanganan perkara penganiayaan dirinya.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved