Ansor dan MUI Nglurug DPRD Jember Soal Tes Keperawanan

"Kami ingin mengetahui duduk perkaranya. Sebab tidak mudah dan tidak boleh melakukan tes keperawanan," tegasnya.

Ansor dan MUI Nglurug DPRD Jember Soal Tes Keperawanan
Surya/Sri Wahyunik
MUI dan Ansor Jember sedang berdialog dengan DPRD Jember soal tes keperawanan bagi syarat kelulusan siswa 

SURYA.co.id | JEMBER - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember nglurug gedung DPRD Jember, Senin (9/2/2015).

Mereka datang untuk meminta klarifikasi isu tes keperawanan yang dilontarkan anggota dewan.

"Kami kesini untuk mempertanyakan isu tersebut. Saya kaget juga adanya isu itu. Saya tahu malah saat diwawancarai teman-teman wartawan televisi," ujar Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar.

MUI juga merasa perlu bertanya kepada anggota dewan, karena ia ditanya oleh sejumlah orang baik di dalam negeri dan luar negeri.

"Kami ingin mengetahui duduk perkaranya. Sebab tidak mudah dan tidak boleh melakukan tes keperawanan," tegasnya.

Kedatangan pengurus MUI itu diikuti oleh puluhan anggota Ansor Jember.

Ansor Jember menyesalkan isu tes keperawanan itu karena membuat resah sejumlah pihak.

"Karena kalau ini diterapkan akan terjadi tindakan diskriminatif," ujar Winarno, Wakil Sekretaris Ansor.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi meminta maaf atas munculnya polemik isu tes keperawanan itu.

"Saya tegaskan di DPRD Jember tidak ada usulan untuk Perda apapun terkait isu tes keperawanan. Saya meminta maaf kalau lontaran itu menjadi polemik," kata Ayub.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved