Sopir Angkot di Gresik Mengeluh Sepih Penumpang

“Dari sebelah SPBU Mayjend Sungkono, sampai Terminal Bunder saya beri Rp 4.000, terkadang Rp 5.000 juga tidak dikembalikan,” kata seorang penumpang.

SURYA.co.id | GRESIK – Penumpang dan sopir angkutan umum bingung terkait tidak ada kejelasan soal tarif dasar angkutan umum (TDAU) di Kota Gresik. Akibat tidak jelasnya ketentuan tarif ini para sopir menerima seiklasnya menerima tambahan ongkos dari penumpang.

Penumpang yang sudah berlangganan bisa meminta uang kembalian. “Kadang Rp 5.000 tidak dikembalikan sisanya. Terkadang juga dikembalikan Rp 1.000,” kata Maesaroh (32), seorang penumpang dari Terminal Bunder ke Pasar Gresik .

Begitu juga dengan penumpang angkutan umum warna putih dari SPBU Jl Mayjend Sungkono ke Terminal Bunder ditarik Rp 4.000 - Rp 5.000.

“Dari sebelah SPBU Mayjend Sungkono, sampai Terminal Bunder saya beri Rp 4.000, terkadang Rp 5.000 juga tidak dikembalikan,” kata seorang penumpang lainnya.

Sedang anak sekolah, tarif angkutan umum masih tetap Rp 3.000, sebelumnya Rp 2.000.

“Tadi bayar Rp 3.000, dari SMK Negeri Cerme. Hanya pulang saja naik angkot sebab berangkatnya numpang teman," ujar siswi SMK Negeri Cerme.

Posisi sopir serba salah terhadap kebijakan Pemerintah Daerah (Pemkada) Gresik.

“Tarif dinaikkan penumpang sepi, setoran ke juragan jelas naik. Sopir tetap tidak kebagian untung, hanya cukup untuk makan,” kata Katub.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved