Sabtu, 25 April 2026

Pesawat AirAsia Ditemukan

Jasad Korban QZ8501 Ditemukan di Perairan Majene, Nelayan Mengaku Rugi

Pada hari biasa, setiap nelayan mampu menjual ikannya kepada para pengecer ikan dengan nilai keuntungan mencapai Rp 500 ribu per hari.

SURYA.co.id | MAMUJU - Nelayan di Desa Sumare Kecamatan Simboro, Kepulauan Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, rugi akibat peristiwa ditemukannya korban pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Majene.

“Kami merugi karena ditemukannya korban jenazah AirAsia disekitar perairan Majene Provinsi Sulbar," kata Syarif salah seorang nelayan di Desa Sumare Kabupaten Mamuju, Senin (2/2/2015).

Menurutnya, pada hari biasa, setiap nelayan mampu menjual ikannya kepada para pengecer ikan dengan nilai keuntungan mencapai Rp 500 ribu per hari.

"Kini para pengecer ikan bersepeda motor (pa'gandeng) berhenti menjual ikan karena takut dagangannya tidak laku," katanya.

Mnurut dia, pa'gandeng yang biasanya datang dengan jumlah sekitar 300 orang perhari, kini tidak datang lagi membeli ikan nelayan Desa Sumare yang jumlahnya mencapai ribuan ton.

"Bisa dibayangkan kerugian nelayan di Desa Sumare mencapai ratusan juta rupiah karena peristiwa ditemukannya jenazah AirAsia di perairan Majene," katanya.

Tak hanya itu, masyarakat juga enggan mengkomsumsi ikan air laut karena takut ikan telah memakan jenazah korban AirAsia.

“Masyarakat mengkomsumsi ikan bandeng atau ikan air payau selain telur dan mie instan di Mamuju, makanya nelayan tangkap yang selama ini menangkap ikan diperairan Sulawesi merugi, karena masyarakat di Kota Mamuju enggan mengkomsumsi ikan laut," katanya. (ant)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved