Napi Lapas Lowokwaru Kabur

Sugiyanto Beberapa Kali Membuat Keributan di Ruangan

“Kalau tidak salah, di hari kedua dia teriak-teriak sambil mnelepas alat-alat yang ada di lehernya," seorang keluarga pasien.

SURYA.co.id | MALANG - Sugiyanto yang kabur saat menjalani perawatan di Ruang 20 RSSA rupanya cukup dikenali oleh beberapa keluarga pasien yang biasa menjaga di kamar 4 Ruang 20. Ia dikenal karena beberapa kali ia membuat keributan di ruangan.

Menurut seorang keluarga pasien di kamar 4, Sugiyanto masuk ke ruangan dengan kondisi beberapa peralatan medis tertempel di bagian lehernya. Sejak hari pertama masuk, Napi asal Probolinggo itu sudah berulang kali mengeluh.

“Kalau tidak salah, di hari kedua dia teriak-teriak sambil mnelepas alat-alat yang ada di lehernya sampai semua perawat dan dokter masuk ke sini,” ujar keluarga pasien yang tidak bersedia disebut namanya itu.

Di RSSA Sugiyanto menempati Ruang 20 di dalam kamar 4. Kamar nomor 4 ini berisi pasien laki-laki. Di kamar ini, ia menempati tempat tidur yang berada di tengah, di deret sisi selatan.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Sugiyanto selalu ditemani istrinya. Tahanan kasus uang palsu itu juga ditemani seorang anak laki-laki, yang bergantian menjaga dengan istrinya.

Sesuai papan penunjuk ruangan, Ruang 20 merupakan satu area untuk SMF Mata RSSA. Di komplek Ruang 20 ini terdapat beberapa ruangan kantor untuk SMF Mata dan beberapa ruangan untuk pemeriksaan dan operasi mata.

Meski Ruang 20 merupakan deretan ruangan untuk penanganan penyakit mata, tapi penghuni ruang rawat inapnya dihuni oleh pasien-pasien yang akan atau usai menjalani operasi.

Ruang rawat inap di ruang 20 ada di bagian ujung dalam. Ada dua kamar rawat inap besar di Ruang 20 yakni Kamar 3 dan 4 yang bersebelahan. Satu kamar ini merupakan sal berisi sembilan tempat tidur untuk pasien. Selain kamar 3 dan 4 ada juga kamar rawat inap berukuran kecil yang hanya berisi satu tempat tidur.

Beberapa keluarga pasien mengaku mengetahui Sugiytanto kabur dari ruang perawatan itu setelah beberapa perawat dan petugas rumah sakit mendatangi ruangan. “Iya kemarin itu ramai semua kesini, katanya pasien itu kabur,” ujar salah seorang keluarga pasien.

Salah seorang keluarga pasien di kamar 4 mengatakan dirinya mengetahui saat-saat terakhir Sugiyanto meninggalkan ruangan. Menurutnya, waktu itu kondisi ruangan seperti biasa agak ramai karena jam besuk.

Halaman
12
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved