Rumah Billiard Ditutup, Jadi Tempat Bolos Pelajar
"Masyarakat sekitar mulai risih. Sering dijadikan lokasi bolos pelajar. Apalagi belakangan ini malah menjadi sarang narkoba," ungkap Lurah
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yoni
SURYA.co.id |BANGKALAN - Rumah Billiard Sarkis di Jalan RA Kartini ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (29/1/2015) lantaran kerap dijadikan lokasi bolos para pelajar.
Dalam penutupan itu, Satpol PP yang didampingi Lurah Kraton dan sejumlah staf Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T) Bangkalan menemukan tiga pelajar tengah asyik nyodok di ruang paling belakang.
Dua pelajar kabur dan seorang pelajar lainnya memilih tidak beranjak.
Rumah billiard dengan delapan meja itu sejatinya sudah berdiri lebih dari 20 tahun.
Namun, akhir - akhir ini keberadaannya mulai meresahkan masyarakat.
"Masyarakat sekitar mulai risih. Sering dijadikan lokasi bolos pelajar. Apalagi belakangan ini malah menjadi sarang narkoba," ungkap Lurah Kraton Achmad Imbran.
Apa yang disampaikan Achmad Imbran bukan hanya isu belaka. Beberapa hari sebelumnya, seorang pelajar FBY (19) kedapatan membawa sabu dan diciduk Satreskoba Polres Bangkalan di halaman parkir billiar itu.
Dalam pengakuan FBY, satu poket sabu itu rencananya akan dipakai di rumah billiard.
"Saya harus menindaklanjuti keluhan masyarakat karena kenyataannya memang begitu," tandasnya.
Kepala Satpol PP Moh Fahri menyatakan, rumah Billiard Sarkis kerap menjadi sasaran razia pelajar selain tempat bermain Play Station (PS).
"Ini adalah penutupan sementara hingga perijinan diurus serta pihak pengelola bersedia berkomitmen. Sebelumnya kami sudah memberikan peringatan dua kali," katanya.
Komitmen yang dimaksud Moh Fahri tak lain adalah kesanggupan pemilik rumah billiard untuk tidak membuka di pagi hari atau selama jam pelajaran berlangsung.
Selama ini, rumah billiard ini mulai buka pada pukul 07.30 hingga 01.30.
"Pernah kami razia namun pengelola malah menyuruh lari para pelajar. Akhirnya kami sita tas, jaket, dan helm pelajar. Apalagi pernah ada pelajar ditangkap di lokasi ini terkait narkoba," kata Moh Fahri.
Kepala KP2T Rizal Moris menegaskan, ijin HO (keramaian) dan ijin usaha rumah billiard yang berada persis di depan kantornya itu sudah lama mati.
"Kami akan buka kembali jika semua berkas perijinan diurus kembali," singkatnya.
Adapun pelajar yang terjaring saat penutupan rumah billiard itu dibawa ke Kantor Satpol PP untuk didata.
Sementara dua pelajar lainnya yang kabur akan dipanggil untuk pembinaan.