Anggaran Pilkada Situbondo Membengkak
Pihaknya akan mengajukan perubahan anggaran dua pekan kemudian karena Pemkab memberikan waktu untuk perubahan sampai bulan Maret 2015
Penulis: Izi Hartono | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SITUBONDO - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Situbondo yang direncakan digelar akhir Tahun 2015, diprediksi anggarannya akan membengkak mencapai Rp 33 miliar.
Sebelumnya KPUD Situbondo telah mengajukan anggaran Rp 28 miliar kepada Pemerintah Daerah, akan tetapi anggaran yang disetujui melalui APBD Tahun 2014 sebesar Rp 25 miliar.
"Tahap pertama anggaran sebesar Rp 19 miliar dan tahap kedua Rp 9 miliar, " ujar Joedo Fajar, Ketua KPUD Situbondo, kepada SURYA.CO.ID, Rabu (28/1/2015).
Dengan adanya perubahan Undang Undang No 32 ke Perppu Nomor 1, maka anggaran Pilkada akan membengkak karena ada uji publik bagi bakal calon (balon) kepala daerah.
"Jika Perpu itu menjadi Undang Undang, maka hitungan kami tahap pertama membutuhkan anggaran Rp 23 miliar. Sedangkan tahapan kedua Rp 10 miliar. Maka total yang dibutuhkan sebesar Rp 33 miliar," kata Joedo.
Membengkaknya anggaran Pilkada itu karena adanya penambahan honor masa kerja panitia adhock. "Jika kita hitung anggaran honor KPPS yang hanya satu kali saja, mencapai Rp 3 miliar," jelasnya.
Dikatakan, pihaknya akan mengajukan perubahan anggaran dua pekan kemudian karena Pemkab memberikan waktu untuk perubahan sampai bulan Maret 2015. "Ya paling tambahannya sekitar 15 hingga 20 persen," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA