Rabu, 15 April 2026

BAP Koruspi SDN II Lamongan Dikembalikan, Tambah Auditor Pembanding

Dugaan korupsi dana BOS ini dilakukan dengan modus menggelembungkan jumlah siswa yang tidak sesuai dengan jumlah siswa pada 2010 – 2011.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni

SURYA.co.id | LAMONGAN – Penyidik polres Lamongan yang menangani kasus dugaan korupsi dana BOS di SDN Sugio II yang menyeret Dasrip, kini harus memutar otak lagi.
Meski audit BPKP sudah menyebutkan ada kerugian negera, penyidik diminta JPU Kejari Lamongan untuk menambah auditor pembanding.

Itu berarti, penyidik harus ekstra mencari lagi auditor selain BPKP.

”Ini petunjuk JPU yang harus dipenuhi penyidik. Sementara auditor BPKP yang nota banenya ahlinya sudah menyatakan resmi ada kerugian Negara,”kata Kasat Reskrim AKP Efendi Lubis, Selasa (27/1/2015).

Permintaan menambah auditor pembanding ini merupakan petunjuk kali kedua dari Kejari setelah sebelumnya kasus yang menimpa Dinsosnakertrans terkait dana untuk panti asuhan yang menyeret dua tersangka.

Lubis belum memastikan auditor pembanding mana yang akan ditunjuk penyidik, apakah dari lembaga perguruan tinggi atau BPK, semuanya masih dalam perencanaan.

Dalam audit BPKP disebutkan kerugian Negara mencapai Rp 58.371.000.

Tapi itu semua belum diyakini oleh JPU karena ada beberapa pertimbangan yang tidak dijadikan data BPKP untuk mengaudit.

Ada SPJ, ada data dana dari DAK dan juga dana dari luar lainnya. Dan itu semua mmenurut JPU harus dimasukkan untuk menjadi pertimbangan dan perhitungan saat menentukan kerugian Negara.

Lubis menegaskan, penyidik akan menambah auditor pembanding sesuai petunjuk Kejari Lamongan.

Sekedar diketahui, dugaan korupsi dalam audit BPKP disebutkan kerugian negara mencapai Rp 58, 3 juta terkait penyimpangan dan BOS di SDN Sugio II pada 2010 – 2011.

Dugaan korupsi dana BOS ini dilakukan dengan modus menggelembungkan jumlah siswa yang tidak sesuai dengan jumlah siswa pada 2010 – 2011.

Dari hasil penyidikan di internal unit III Pidana Korupsi (Pidkor), telah menemukan sejumlah nama siswa fiktif.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved