Unair Gandeng Kimia Farma Segera Produksi Massal Stem Cell
Sedang bagi orang sakit, produk berbasis steam cell bisa digunakan untuk pengobatan kanker, kencing manis, rematik, hingga luka.
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Inovasi kesehatan dengan memanfaatkan sel punca atau stem cell tak lama lagi bisa dinikmati masyarakat luas. Unair sebagai kampus yang meneliti dan mengembangkan inovasi ini telah bekerjasama dengan PT Kimia Farma untuk memproduksi massal. Nota kesepahaman (MoU) kerjasama ini ditandatangani pada Senin (26/1/2015).
MoU dihadiri Direktur PT Kimia Farma Rusdi Rosman, GM Perencanaan Strategis Verdi Budidarmo dan Project Manager Steam Cell Sulistiyono.
Ketiga delegasi tersebut diterima Wakil Rektor III Unair Prof Soetjipto, Wakil Rektor II Unair Prof Mohammad Nasih, Ketua Lembaga Penyakit Tropik Prof Nasronudin dan Prof Fedik Abdul Rantam, selaku peneliti utama steam cell LPT Unair.
Dalam kerjasama ini disebutkan PT Kimia Farma akan membantu pendanaan ruangan yang digunakan meneliti dan memproduksi steam cell.
Nasron mengaku sudah banyak masyarakat yang menunggu produksi massal dari steam cell.
"Kami akan coba merenovasi ruangannya. Kalau untuk steam cell, ruangannya harus memenuhi standar good laboratory practice (GLP) dan good manufactory practice (GMP). Ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan kualifikasi internasional dan keluaran produksi kami betul-betul berkualitas dan berkelas," terangnya.
Dijelaskan Nasron, pada renovasi tahap pertama, pihaknya sudah dibantu Unair. Sementara untum GLP dan GMP akan dibantu oleh Kimia Farma. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 4 miliar, sedangkan alat-alat untuk memproduksi itu sekitar Rp 7 miliar.
"Jadi, kira-kira kami butuh sebelas miliar," imbuhnya.
Sedang Rusdi Rosman bertekad akan memanfaatkan hasil penelitian Unair.
"Kimia Farma akan memanfaatkan hasil penelitian steam cell dari ITD Unair dan RSDS. Triple Helix atau ABG (Academic, Business, Government, red) itu harus kami lakukan. Tanpa itu, ekonomi khususnya di industri kesehatan nggak akan jalan," tutur Dirut PT Kimia Farma.
Kerjasama ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 2013.
Dia berharap kerjasama ini bisa diilakukan segera.
"
Steam cell ini digunakan biar orang cepat sembuh. Orang tidak perlu ke luar negeri lagi. Ini kan bisa mempertahankan devisa negara. Insya Allah berikutnya bisa kami ekspor,"katanya.
Kerjasama ini nantinya akan menghasilkan berbagai macam produk berbasis steam cell yang digunakan penduduk sehat dan yang sakit.
Manfaat steam cell yang bisa diperuntukkan bagi kalangan orang sehat adalah kosmetik, penghitam rambut yang beruban, serta menumbuhkan rambut di kepala yang botak.
Sedang bagi orang sakit, produk berbasis steam cell bisa digunakan untuk pengobatan kanker, kencing manis, rematik, hingga luka trauma akibat bencana.
"Kami akan menghasilkan berbagai produk berbasis steam cell untuk orang sehat dan orang sakit. Insya Allah ini bisa memulihkan sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dipulihkan. Ini adalah salah satu inovasi yang menjanjikan," tegas Nasron.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA