Breaking News:

Eksklusif Pasal Karet Kasus Narkoba

Pecandu Narkoba Miskin Iri Vonis Rehab

Terpidana BP dan RA yang berasal dari keluarga miskin mengaku iri dengan sederet terdakwa yang berhasil mendapatkan vonis rehabilitasi.

Editor: Titis Jati Permata
surya/sugiharto
Terdakwa Zeng Quiyun alias Lisa (37), warga negara Tiongkok yang tersangkut kasus narkoba, saat menunggu persidangan di PN Surabaya, Selasa (20/1/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Eksekusi terhadap enam terpidana mati kasus narkoba baru-baru ini memicu reaksi keras.

Di Surabaya, pasal karet dalam UU 35/2009 tentang Narkotika menjadi sorotan, karena bisa menjadi tiket masuk penjara sekaligus menjadi juru selamat.

"Terus terang kami iri. Mereka bisa mendapatkan vonis rehabilitasi, sedang kami tidak. Padahal, kami sudah memenuhi segala ketentuan yang diperlukan untuk memohon vonis rehabilitasi,” ungkap BP ditemani RA, terpidana kasus narkoba, Selasa (20/1/2015).

Kedua terpidana ini masih berada di lembaga pemasyarakatan di Surabaya. Keduanya di vonis PN Surabaya dengan penjara dua tahun.

BP dan RA ditangkap petugas bersama HR, temannya, pada Juni 2014 saat mengonsumsi narkoba.

Tiga orang ini berharap bisa lepas dari penjara, karena mereka peserta program rehabilitasi (penyembuhan) ketergantungan narkoba di Yayasan Orbit Surabaya.

Petugas tidak bisa menerima alasan mereka. Proses hukum dilanjut.

Mereka menyangka penyidik akan menggunakan Pasal 127 (pengguna) dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau direhabilitasi.

Tapi, ternyata mereka dijerat Pasal 112, yakni memiliki, menguasai, dan menyediakan narkoba.

BP dan RA akhirnya divonis dua tahun penjara, sedangkan HR masih menjalani proses persidangan. BP dan RA diadili dalam satu berkas.

Halaman
12
Tags
narkoba
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved