Pesawat AirAsia Ditemukan
Keluarga Mengaku Pasrah terhadap Nasib Korban
“Kami pasrah. Kami sudah menganggap semua ini adalah musibah,” tambah Rony.
Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Keluarga korban masih berharap kejelasan sanak keluarganya. Seperti yang dilakukan Rony yang kehilangan lima anggota keluarganya, yaitu Jayden Cruz Ardhi, Reggy Ardhi, Michelle Clemency Ardhi, Marianne Claudia Ardhi, dan Caroline Harwon.
Sejak mendengar pesawat AirAsia QZ8501 putus komunikasi, Rony tidak pernah lelah datang ke pusat informasi.
Awalnya pusat informasi ditempatkan di Terminal 1 Bandara Juanda. Sekarang pusat informasi dipindah ke Mapolda Jatim.
“Setiap hari kami datang ke Mapolda. Kami hanya bisa mencari informasi di pusat informasi,” kata Rony , Selasa (13/1/2015).
Setiap tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi jenazah korban, Rony berharap ada nama anggota keluarganya.
Ternyata sampai hari ke-17 sejak musibah tersebut, belum ada satu pun anggota keluarganya yang dibawa pulang ke rumah.
Ketua Basarnas Pusat, Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menemui keluarga korban di Mapolda Jatim tadi sore.
Kedatangan ketua tim pencari ini untuk mengumumkan kemungkinan operasi gabungan dihentikan.
Rony mengaku tidak mempermasalahkan Basarnas akan menghentikan operasi gabungan. Begitu pula bila Basarnas akan mengubah operasi gabungan menjadi operasi harian. Apalagi Basarnas berwenang menentukan metode pencarian.
“Kami pasrah. Kami sudah menganggap semua ini adalah musibah,” tambahnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA