Pesawat AirAsia Ditemukan
Fokus Cari Ekor Pesawat
Dari puluhan jenazah tersebut sebanyak 25 jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim ahli DVI dan sebanyak 16 jenazah masih dalam proses identifikasi
SURYA Online, SURABAYA - Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia menyatakan, Badan SAR Nasional (Basarnas) bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini fokus mencari bagian ekor Pesawat QZ 8501.
Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko menyatakan, operasi pencarian tersebut dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Kemudian, sejumlah penyelam telah berkonsentrasi pada area pencarian kedua tempat dimana bagian ekor ditemukan.
"Penyelaman di area fokus kedua ini dimaksudkan untuk menemukan kotak hitam pesawat," ujar Sunu melalui siaran persnya di Surabaya, Jumat (9/1/2015).
Namun, ungkap dia, karena arus bawah laut yang cukup kencang dan terbatasnya jarak pandang penyelam maka mereka hanya dapat mengevakuasi serpihan. Penemuan serpihan itu diduga adalah bagian dari interior pesawat dan tempat penyimpanan bagasi.
"Sementara itu, bagian ekor memang menjadi fokus operasi tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, apabila kotak hitam telah ditemukan pada waktu dekat, maka tim SAR berencana untuk mengangkat bagian ekor tersebut dari laut. Meski demikian, upaya tersebut tak lepas dari jalinan kerja sama dengan KNKT.
"Di sisi lain, Basarnas mengkonfirmasi telah mengevakuasi satu jenazah lagi di area pencarian. Saat itu jenazah tersebut langsung diterbangkan ke Bandara Juanda, Surabaya dan sudah tiba pada Kamis (8/1/2015) malam," katanya.
Di samping itu, tambah dia, Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri) mengumumkan satu jenazah berhasil diidentifikasi sebagai Djoko Suseno (pria). Sampai dengan tanggal 8 Januari 2015, Basarnas mengonfirmasi telah mengevakuasi 41 jenazah.
"Dari puluhan jenazah tersebut sebanyak 25 jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim ahli DVI dan sebanyak 16 jenazah masih dalam proses identifikasi," katanya.
Pada kesempatan ini, imbau dia, AirAsia Indonesia berharap masyarakat di Tanah Air hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Basarnas dan DVI Polri. Khususnya informasi yang berkaitan dengan perkembangan pencarian, evakuasi, dan identifikasi penumpang Pesawat AirAsia QZ 8501.
"Oleh sebab itu, doa dan harapan kami panjatkan terus terhadap keluarga dan kerabat penumpang," katanya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA