Pesawat AirAsia Ditemukan

Bibi Kevin Menangis Sepanjang Misa

Chandra merupakan bibi dari Kevin Bintoro (16), salah seorang penumpang pesawat naas Air Asia QZ 8501.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin

SURYA Online, MALANG – Air mata Chandra Susanti (55) masih belum habis saat Surya Online menemuinya di Kapel SMA Kolese Santo Yusuf, Malang, Jumat (09/01/2015) sore. Wajahnya tertunduk lesu, sambil sesekali menyeka pipinya dengan tisu.

Chandra merupakan bibi dari Kevin Bintoro (16), salah seorang penumpang pesawat naas Air Asia QZ 8501, yang hilang kontak, kemudian diketahui mengalami kecelakaan di perairan Karimata, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12/2014) pagi.

Ia kakak dari Ayah Kevin, Djarot Biantoro (53), yang juga menjadi penumpang pesawat naas tersebut.

Di SMA yang biasa disebut Kosayu ini, wanita paruh baya tersebut datang untuk memenuhi undangan sekolah untuk mengikuti misa arwah bagi seluruh korban AirAsia. Saat itu ia datang bersama adiknya, Sherly Marrisca (45).

Mereka saat itu mengikuti misa arwah yang dipimpin Romo Willy Malim Batuah CDD. Romo Willy juga merupakan ketua yayasan di sekolah tersebut. Misa yang berlangsung selama dua jam ini diikuti oleh seratus alumni SMA Kosayu, dan 600 siswa sekolah tersebut.

Tak banyak ucapan yang bisa dikutip dari Chandra ketika Surya mewancarainya. Ketika itu ia memilih bungkam, dan menyerahkan seluruh pertanyaan terkait Kevin dan keluarganya, pada Sherly. “Tanyakan ke adik saya,” kata Chandra sembari menyeka air matanya.

Berbeda dengan Chandra, Sherly terlihat tegar meskipun kehilangan keluarga, termasuk keponakannya, Kevin. Menurut Sherly, Kevin merupakan keponakan yang paling disayangi keluarganya. “Dia memanggil saya Tante,” aku wanita berusia 43 tahun ini.

Selain itu, Sherly mengaku memiliki banyak kenangan terhadap keluarga Kevin ini. Terakhir, kenangan saat keluarga Kevin kumpul untuk terakhir kalinya di akhir Desember. Saat itu Djarot Biantoro pamit akan berlibur ke Singapura.

“Tak ada pertanda apapun. Semua biasa saja seperti biasanya,” ungkap Sherly.

Sherly bercerita kepergian keluarga Kevin ke Singapura dalam rangka berlibur, sekaligus berobat. Ia mengatakan ayah Kevin, Djarot Biantoro (53) mengalami permasalahan pada retina mata, dan akan diperiksaan di salah satu rumah sakit di Singapura.

Sayang, rencana itu belum terwujud. Pesawat naas yang keluarga Kevin tumpangi terjatuh. Kabar keberadaan keluarga Kevin pun belum jelas sampai kini. Keluarga besar Kevin dan teman-teman sekolahnya bersedih.

“Kami masih menunggu informasi dari Airasia, Basarnas dan seluruh pihak terkait menunggu kabar temuan jasad Kevin,” kata Sherly.

Sherly menambahkan keluarga Kevin kini sudah ada yang ditugaskan berada di Surabaya. Tujuannya untuk memantau, sembari berkordinasi dengan instansi terkait pencarian pesawat itu, seperti yang mereka lakukan sesaat setelah mendengar kabar hilangnya pesawat air asia.

Saat mendengar kabar itu, lanjut Sherly, seluruh keluarga segera berangkat ke Surabaya. Setelah satu minggu di sana, satu per satu dari mereka pulang ke Malang sembari menunggu kabar kelanjutan pencarian korban Airasia.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved