Arab Saudi Kutuk Penyerangan Majalah Prancis

Kutukan yang sama dilontarkan Paus Fransiskus dengan menyeru semua orang agar menghentikan penyebaran kebencian.

SURYA Online, RIYAD - Kerajaan Arab Saudi mengutuk pembunuhan atas 12 orang di Mingguan Satir Prancis, Rabu (7/1/2015), dan menyebut pelakunya adalah pengecut karena tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

"Kerajaan Arab Saudi mengikuti dengan kesedihan mendalam serangan teroris di Majalah Charlie Hebdo," kata Kantor Berita Negara Saudi Press Agency, mengutip sumber resmi, yang tidak disebutkan namanya, Kamis (8/1/2015).

Charlie Hebdo menerbitkan kartun bermasalah tentang Nabi Muhammad SAW dalam perpindahannya dari Mekah ke Madinah pada 622 yang menandai awal zaman Muslim.

Kutukan yang sama dilontarkan Paus Fransiskus dengan menyeru semua orang agar menghentikan penyebaran kebencian. "Bapa Suci mengungkapkan kecaman kerasnya atas serangan mengerikan itu," kata kepala juru bicara Vatikan Romo Federico Lombardi tentang serangan yang menewaskan 12 orang di kantor majalah mingguan satir terkenal, yang mengejek Islam.

Fransiskus menyeru semua orang menentang setiap cara menyebarkan kebencian, karena sangat merusak dasar hidup berdampingan secara damai selain kebangsaan, perbedaan agama dan kebudayaan.

"Apa pun alasannya, kekerasan adalah keji dan tidak dibenarkan," kata juru bicara itu mencerminkan perasaan Sri Paus.

Pemimpin Gereja Katolik Roma berangotakan 1,2 miliar itu ikut dalam doa dan belasungkawa terhadap yang terluka dan keluarga yang tewas, kata juru bicara tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengirim belasungkawa kepada korban serangan itu dan mengutuk terorisme, kata juru bicaranya, Rabu (7/1/2015).

"Moskow tegas mengutuk terorisme dalam segala bentuknya," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, kepada Kantor Berita Tass, dengan menambahkan, "Tidak ada yang bisa membenarkan serangan teroris."

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
majalah
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved