Pamer Karya Sakit Jiwa!

tidak biasa, out of the box, dan tidak malu mengakui karya mereka produk sakit jiwa.... inilah buktinya...

Pamer Karya Sakit Jiwa!
Choirun Nisa Ristanty

Choirun Nisa Ristanty
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris UM
fb.com/choirunnisaCNR

KEMISKINAN, kelaparan, kelangkaan air dan energi, serta kepunahan satwa, beberapa isu yang sedang terjadi di Indonesia. Beberapa sorotan masalah ini divisualisasikan oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang dalam Posko Visual (PoVi) Desember 2014 lalu. Tema ‘One Way Out’ diusung dalam pameran bernuansa merah di Digital Lounge Telkom, Malang ini diharapkan bisa membuka mata pengunjung tentang permasalahan Indonesia. Bukan hanya mengkritisi, karya mahasiswa ini juga sebagai bentuk kampanye agar Indonesia lebih baik.

Karya yang dihasilkan diluar ekspektasi dan merupakan karya-karya yang out of the box. Sebagian besar berbentuk poster bergambar abstrak namum memiliki makna mendalam. Seperti karya seorang mahasiswa yang mendukung aksi WWF (World Wildlife Fund) dengan menggambarkan seekor gajah yang terkapar di gantungan dengan pemenggal berupa selembar uang seratus ribuan. Poster ini menunjukkan betapa kejam para oknum yang membunuh gajah dan mengambil gadingnya demi meraup rupiah.

Tidak hanya berbentuk poster, ada beberapa karya yang berbicara tentang sanitasi air dan persamaan gender dalam bentuk karya instalasi new media. Karya ini merupakan karya 3D yang nyata. Sanitasi air yang buruk divisualisasikan dengan wastafel bekas yang kotor lalu dengan sebuah tanaman kecil yang teronggok di lubang-lubang wastafel. Karya yang bertema persamaan gender lebih menarik lagi, yakni direpresentasikan dengan anggota tubuh berupa potongan tangan dan kaki dari kayu milik perempuan dan laki-laki yang disejajarkan sehingga membentuk persepsi “equality”.

Ada pula yang kampanye dalam bentuk animasi 3D karya milik Ricky Ramadhan Setiyawan dan Faris Arman. Mereka mengerjakan karya animasi tersebut selama tiga minggu. Karya milik Ricky Ramadhan berupa kampanye “Save Shark” untuk mendukung WWF melalui media animasi berdurasi 3 menit. Sedangkan milik Faris Arman yakni untuk media promosi salah satu merk mobil ternama untuk go green hemat bahan bakar.

Karya-karya spektakuler mahasiswa ini memang masuk dalam kategori ‘sakit jiwa’ , sebab banyak dari mereka yang memiliki ide gila dalam penataan gambar, warna serta teknik untuk pengerjaan karya di POVI 2014. Di akhir acara, semua panitia dan mahasiswa yang memamerkan karyanya bersatu padu meneriakkan salam khas mereka yakni “salam sakit jiwa!

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved