Minggu, 12 April 2026

Pembunuhan Pengusaha Budi Hartono

Budi Disanggong sejak dari Rumah, Dicegat di Jl Tanjungsari

Begitu korban keluar mengendarai mobil Mazda Doble Cabin warna putih, para pelaku menguntitnya dengan Avanza hitam bernopol L 473 XM.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA - Pagi sekitar pukul 10.00 WIB pada 22 Desember 2014, Budi Hartono pamit keluarga untuk menghadiri perayaan Natal di Tsang Palace Surabaya.

Ternyata, kepergian Budi itu untuk selamanya, karena keluarga dikagetkan dengan penemuan mayat pengusaha keramik ini di jurang Watuondo, Pacet, Mojokerto, 25 Desember 2014.

Dari pengakuan para pelaku yang kini ditangkap polisi, pembunuhan terhadap Budi bermula pada 22 Desember 2014.

Saat itu sekitar pukul 15.00 WIB mereka sudah menyanggong korban di rumahnya kawasan Galaxy Bumi Permai.

Begitu korban keluar mengendarai mobil Mazda Doble Cabin warna putih, para pelaku menguntitnya dengan Avanza hitam bernopol L 473 XM.

Sampai di Jalan Tanjungsari, para pelaku menghentikan korban.

“Korban sempat melawan. Dan sempat terjadi perkelahian di sana. Tapi, korban akhirnya dilumpuhkan dan dimasukkan ke dalam mobil tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, Senin (29/12/2014).

Saat itu, sempat ada warga yang berusaha melerai, tapi warga ketakutan karena pelaku yang berstatus oknum TNI itu menggertak warga.

Korban pun lantas dibawa para pelaku ke toko keramik di Jalan Panghela. Di lantai empat bangunan milik pelaku utama tersebut, korban kemudian disekap.

Saat disekap itu, korban dianiaya oleh para pelaku. Dia juga dimintai menunjukkan PIN ATM-nya. Karena menolak, korban sempat disulit rokok.

Karena dianiaya, korban kemudian memberikan nomor PIN ATM-nya. Berawal dari situ, pelaku menguras isi ATM milik korban. Uang Rp 6,2 juta hanya disisakan Rp 50 ribu.

"Saya ambil dua kali,” jawab tersagka Roni.

Setelah itu, masih menurut Roni, sekitar pukul 23.00 WIB malam, dia ditelpon dan diminta datang ke lokasi penyekapan. Tapi sesampai di sana, semua orang sudah tidak ada tinggal ada tas berisi sejumlah barang milik korban.

“Tas dan isinya itu kemudian saya bakar. Lalu, abunya saya buang ke tempat lain,” sambungnya saat ditanya petugas.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved