Jumat, 10 April 2026

Rusia Invasi Ukraina, Tarif Pelacur Naik

Mudah untuk meramalkan peningkatan besar dalam penyebaran penyakit menular seksual dan jumlah kehamilan tak diinginkan

Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, SURABAYA-Krisis ekonomi telah memukul Rusia di tempat mereka yang paling sensitif karena harga kondom di negara ini telah meningkat sebesar 15 persen dan kemungkinan akan terus membengkak, kata sebuah laporan berita.

Rubel terdepresiasi 44 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun ini dan mata uang Rusia itu terus terjun bebas, yang membuat impor barang - termasuk kondom - lebih mahal.

Rusia tidak punya pohon karet sendiri, situs berita Rusnovosti.ru mengatakan Jumat, mengutip seorang wakil serikat toko obat.

Kontrasepsi laki-laki biasanya dihasilkan dari lateks alam, yang dikumpulkan dari pohon-pohon tropis. Sebagian besar lateks saat ini dihasilkan oleh perkebunan karet di Asia Tenggara.

Krisis ekonomi telah mempengaruhi Rusia di kehidupan seks mereka: Media melaporkan pekan lalu bahwa pelacur lokal menaikkan tarif atau mematok tarif mereka dengan dolar.

Dua jam layanan pelacur di Kota Murmansk tarifnya antara Rp 600.000 hingga Rp 1,3 juta sebelum krisis berlangsung. Kini mereka menaikkan tarif hingga 50-100 persen.

"Gadis-gadis tidak bisa bekerja merugi," kata manajer rumah bordil yang tidak disebutkan namanya dikutip mengatakan dalam salah satu laporan.

Aneksasi Rusia Ukraina menyebabkan sanksi internasional. Ini, dikombinasikan dengan penurunan tajam harga minyak, telah berdampak buruk terhadap ekonomi Rusia dan melumpuhkan rubel. Konsekwensinya, kondom jauh lebih sulit terjangkau. Selain menyebabkan pelacur Rusia untuk menaikkan tarif, mudah untuk meramalkan peningkatan besar dalam penyebaran penyakit menular seksual dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan.

Memang, rubel mungkin berada dalam kondisi yang buruk sekarang, mengingat ketergantungan ekstrim Rusia pada ekspor minyak dan gas. Tapi, masyarakat internasional kemungkinan akan bekerja untuk menopang, bukan lebih melukai, ekonomi Rusia.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved