Guru Agama Cabuli Murid Dihukum 3 Tahun

"Serta hukuman denda sebesar Rp 60 juta. Jika tidak dibayar, diganti hukuman penjara selama dua bulan."

Guru Agama Cabuli Murid Dihukum 3 Tahun
surya/m taufik
Terdakwa saat mendengarkan hakim mebaca vonis atas dirinya. Guru Agama ini dihukum tiga tahun karena terbukti mencabuli tujuh siswinya 

SURYA Online, SURABAYA– Muhammad Syarif Ali (60), guru Agama SD Negeri di Surabaya dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Guru yang telah mencabuli tujuh siswinya itu juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 60 juta.

Vonis tersebut dibacakan hakim Tahsin, ketua majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/12) siang.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun kepada terdakwa," ujar Tahsin membacakan amar putusannya.

"Serta hukuman denda sebesar Rp 60 juta. Jika tidak dibayar, diganti dengan hukuman penjara selama dua bulan," sambung hakim Tahsin.

Menurutnya, guru agama ini terbukti bersalah telah mencabuli sejumlah siswinya.

"Sebagai guru agama, terdakwa seharusnya memberi contoh. Bukan malah berperilaku seperti itu," imbuh Tahsin.

Hukuman itu setahun lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang meminta terdakwa dihukum selama empat tahun. Namun, hakim menilai bahwa vonis ini sudah layak dan pas untuk menghukum tedakwa.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, sejumlah orangtua korban selalu memantau jalannya persidangan. Termasuk seorang perwira polisi yang anaknya juga menjadi korban kebejatan terdakwa.

"Saya kira hukuman tiga tahun itu kurang berat jika dibanding dengan perbuatannya. Tapi kami tetap menghormati putusan hakim," ujar pria bertubuh besar itu sebelum meninggalkan Pengadilan.

Sementara seorang ibu dari korban, sempat mencaci-maki terdakwa ketika digelandang menuju sel usai menjalani persidangan. Ibu ini merasa kecewa dan jengkel terhadap terdakwa. Maklum, perbuatan bejat itu jelas berdampak pada masa depan anaknya.

Syarif Ali menjadi guru sudah selama 32 tahun. Dan pada April 2014 lalu, dia sejatinya sudah pensiun. Namun karena tenaganya masih dibutuhkan, dia pun diperpanjang masa kerjanya oleh pihak sekolah. Dia hanya mengajar agama seminggu sekali di sana.

Ternyata, selama bertahun-tahun guru agama itu telah berbuat tidak senonoh kepada sejumlah anak didiknya. Dan perkara itu baru terungkap setelah seorang korban mengadu ke orangtuanya, kemudian sang orangtua melapor ke Polrestabes Surabaya

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: M Taufik
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved