Rabu, 15 April 2026

Pesawat MH370 DIbajak dan Ditembak Jatuh oleh Militer Amerika Serikat

Militer AS takut serangan teroris yang mirip dengan 9/11, demikian menurut Mark Dugain.

Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, SURABAYA-Setelah tidaka ada kabarnya berbulan-bulan kini muncul klaim bahwa pesawat dengan nomor penerbangan MH370 dibajak dan kemudian ditembak jatuh di atas Samudera Hindia oleh Angkatan Udara AS.

Pesawat milik Malaysia Airlines itu dibajak oleh orang tak dikenal sebelum ditembak oleh militer Amerika. Militer AS takut serangan teroris yang mirip dengan 9/11,  demikian menurut Mark Dugain.

Dugain, warga Prancis, adalah seorang penulis dan mantan kepala Proteus Airlines-tidak beroperasi lagi, percaya Boeing 777 itu jatuh oleh US Air Force yag terbang dari pulau Diego Garcia di Samudera Hindia yang dikuasai Inggris.

Mr Dugain mengatakan ia telah melakukan perjalanan ke Maladewa dan berbicara dengan penduduk setempat yang mengaku telah melihat "pesawat besar" terbang di atas di ketinggian rendah ke arah Diego Garcia.

Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Dugan di majalah mingguan Prancis Paris Match, salah satu nelayan mengatakan kepadanya: "Aku melihat sebuah pesawat terbang yang besar atas kami di ketinggian rendah.

"Aku melihat garis-garis merah dan biru (livery dari Malaysia Airlines) pada latar belakang putih."

Dugain mengatakan kesaksian pria didukung oleh beberapa penduduk setempat lainnya.

Dia juga menulis bagaimana ia telah bertemu walikota pulau Baarah, yang menunjukkan dia foto-foto perangkat yang disita oleh militer Maladewa setelah ditemukan di pantai dua minggu setelah tragedi tersebut.

Dugain mengklaim perangkat itu alat pemadam kebakaran, mengutip dua pakar penerbangan dan seorang perwira militer setempat, dan menunjukkan bahwa pemadam telah kosong dan mengapung.

Hal ini menurut Dugain karena tabung itu akan menyeprot secara otomatis jika oleh api, bahkan saat semua penumpang dan awak mungkin telah meninggal karena sesak napas.

Dalam sebuah wawancara radio yang terpisah, Dugain menyatakan bahwa seorang perwira intelijen Inggris telah memperingatkan dia tentang "risiko" dalam menyelidiki hilangnya MH370 itu, dan mengatakan bahwa "biarkan waktu melakukan tugasnya".

Malaysia Airlines Flight MH370 menghilang pada tanggal 8 Maret dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 239 penumpang dan awak kapal.(mirror)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved