BNN Sebut Masih Ada Jaringan Narkoba Lebih Besar di Jatim
"Jaringan ini bahkan memasok narkoba sampai perbatasan Jawa Tengah," kata Iwan, Kamis (18/12/2014).
Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Penggagalan upaya penyelundupan bubuk ekstasi seberat 6,1 kilogram merupakan hasil ungkap terbesar tahun ini, tetapi Badan Narkotika Nasional (BNN) Jatim memastikan masih ada bandar yang lebih besar lagi.
Kepala BNN Jatim, Iwan Ibrahim mengungkapkan jaringan AT (54) dari Belanda hanya beroperasi di Surabaya dan baru sekali berhasil mengedarkan ekstasi di Surabaya.
Menurutnya, BNN sudah mengantongi jaringan narkoba yang lebih besar da jaringan ini tidak hanya mengedarkan narkoba di Surabaya, tetapi juga di beberapa daerah di Jatim.
"Bahkan jaringan ini sampai memasok narkoba di perbatasan Jawa Tengah," kata Iwan, Kamis (18/12/2014).
Tapi Iwan enggan memberi gambaran rinci soal jaringan ini, hanya dia berharap BNN dapat membongkarnya dalam waktu dekat.
Jaringan AT baru dua kali memasok sabu ke Surabaya dan dalam aksi kedua polisi berhasil menggagalkannya di Bandara Juanda dengan barang bukti ekstasi 6,1 kilogram.
Menurut Iwan, BNN sudah menangkap 28 tersangka dalam 16 kali operasi selama 2014 dan lembaga dipimpnya menyita barang bukti (BB) senilai 30 miliar.
"Kalau tahun 2013 lalu, kami menyita BB senilai Rp 102 miliar, nilainya sangat besar karena ada kapal feri yang ikut disita," tambahnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA