PON Remaja 2014
Juara Umum Bisa Ditentukan Raihan Perak
Jika sepak bola gagal, kemungkinan, di hari keenam nanti perolehan emas Jatim kalah satu emas dari Jakarta.
Penulis: Haorrahman | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, SURABAYA - Mendekati hari terakhir pelaksanaan PON Remaja 1, tuan rumah Jatim dan DKI Jakarta masih bersaing ketat meraih juara umum. Dua provinsi ini jauh meninggalkan provinsi-provinsi lainnya dalam perolehan medali. Bahkan karena begitu ketatnya, juara umum baru bisa ditentukan di hari terakhir, Minggu (14/12/2014).
”Bahkan bisa jadi raihan emas Jatim dan DKI sama sehingga juara umum bisa ditentukan berdasarkan raihan medali perak,” kata Erlangga Satriagung, Ketua KONI Jatim, Sabtu (13/12/2014).
Sabtu (13/12/2014), hari kelima PON Remaja, Jatim masih unggul dari DKI Jakarta. ”Berdasarkan hitung-hitungan kami, bisa jadi raihan emas antara Jatim dan DKI sama,” kata Erlangga.
Beberapa cabor yang dipertandingkan di hari keenam, Minggu (14/12/2014), terdapat beberapa cabor yang diprediksi menjadi milik DKI, seperti senam yang bisa meraih tiga emas dari nomor ritmix.
Di tenis meja dan basket, DKI dan Jatim sama-sama berpeluang meraih satu emas. Namun DKI diunggulkan satu emas di tenis lapangan, sedangkan Jatim berharap sepak bola bisa menyumbankan satu emas.
Jika sepak bola gagal, kemungkinan, di hari keenam nanti perolehan emas Jatim kalah satu emas dari Jakarta. Sedangkan di menembak, baik Jatim maupun DKI sama-sama diprediksi tidak meraih emas. ”Tapi itu hitung-hitungan kasarnya, di lapangan bisa saja di luar prediksi,” kata Erlangga.
Erlangga mengatakan, beberapa hari terakhir banyak provinsi-provinsi yang melakukan kejutan. Provinsi-provinsi luar Jawa juga turut serta membuat persaingan antara Jatim dan DKI makin sengit.
Ini dikarenakan beberapa nomor cabor yang menjadi andalan DKI diserobot oleh provinsi lain, demikian juga dengan Jatim. ”Banyak provinsi-provinsi yang membuat kejutan, terutama provinsi luar Jawa,” kata Erlangga.
Tidak hanya di luar Jawa, Jogjakarta juga memberikan kejutan di cabor atletik dengan menggondol dua emas, yang satu emasnya seharusnya menjadi andalan DKI.
”Seperti Jogjakarta, tidak ada yang menyangka jika mereka berhasil meraih dua emas. Mereka tidak diunggulkan di nomor itu,” kata Erlangga.
Karena itu, Erlangga pun berharap ada kejutan di cabor senam yang merupakan cabor milik DKI. ”Di PON Remaja ini atletnya fluktuatif, jadi sulut untuk diprediksi,” tambahnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA