PON Remaja 2014
DKI Protes Juara Bersama Senam
Jatim mendapat empat emas karena juara bersama di senam. Itu apa-apaan? Dalam sejarah baru pertama kali ini terjadi
Penulis: Haorrahman | Editor: Wahjoe Harjanto
SURABAYA Online, SURABAYA - Pesaing terdekat Jatim di PON Remaja 1, DKI Jakarta, masih optimistis bisa meraih juara umum meskipun saat ini tertinggal empat emas, Sabtu (13/12/2014).
Menurut Icuk Sugiarto, Ketua Kontingen DKI, kontingennya minimal bisa meraih empat emas tambahan, Sabtu (14/12/2014). Tiga emas di senam ritmik dan satu emas di tenis meja. "Satu emas lagi mungkin di tenis lapangan," kata Icuk.
Icuk juga mengatakan, ada peluang juara umum diraih melalui penghitungan medali perak, jika perolehan emas antara Jatim dan DKI sama. Namun yang Icuk khawatirkan adalah masalah non teknis.
Mantan atlet bulu tangkis itu merasa keberatan selama penyelenggaraan PON Remaja 1 yang menurutnya ada beberapa hal yang merugikan kontingen ibu kota itu, diantaranya keberadaan suporter.
"Bahkan DKI sempat menarik diri dari bulutangkis karena terganggu keberadaan suporter di lapangan. Suporter boleh tapi jangan sampai melakukan provokasi yang terlalu, ingat atlet-atlet yang bertanding masih anak-anak," kata Icuk.
Selain itu, juga kuota pemain Jatim yang lebih banyak dari provinsi lainnya di cabor permainan, seperti tenis lapangan, tenis meja dan bulu tangkis.
Jatim mendapat keuntungan atlet-atletnya lebih fresh karena tidak harus tampil di dua nomor, sedangkan DKI atlet di nomor tunggal harus bermain juga di nomor ganda campuran.
Selain itu, menurut Icuk, Jatim juga diuntungkan dengan adanya juara bersama di cabor senam. "Jatim mendapat empat emas karena juara bersama di senam. Itu apa-apaan? Dalam sejarah baru pertama kali ini terjadi," kata Icuk sambil menambahkan atlet tenis lapangan DKI juga didiskualifikasi saat mulai memasuki PON Remaja.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA