Kamis, 9 April 2026

Navy Seals Gagal Selamatkan Sandera Yaman Gara-gara Gongongan Anjing

Mereka hanya 100 meter dari kompleks ketika teroris dikabarkan mendengar gonggongan anjing

Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, SURABAYA-Navy Seals pasukan khusus terkenal digdaya. Bin Laden berhasil ditembak oleh mereka. Namun kali ini mereka gagal menyelamatkan sandera di Yaman gara-gara anjing.

Menurut Wall Street Journal pasukan komando dengan kode Navy Seals Team Six yang diangkut dengan pesawat semi helikopter Osprey berisi 40 orang sudah mendaki selama enam mil melalui pegunungan untuk mencapai desa di mana dia ditahan.

Mereka hanya 100 meter dari kompleks ketika teroris dikabarkan mendengar gonggongan anjing - mendorong para militan menembak mati sandera.

Menurut New York Times pasukan menyerbu empat rumah di desa di mana serangan itu terjadi, menewaskan enam militan tetapi juga menembak mati delapan warga sipil.

Pada tanggal 25 November, Pasukan Khusus AS mengirim unit ke sebuah gua dekat perbatasan Yaman dengan Arab Saudi dalam harapan mengambil Mr Somers. Tujuh sandera diselamatkan dan delapan gerilyawan tewas tapi wartawan itu tidak ada dalam gua.

Seperti dibeitakan sebelumnya Seorang warga AS dan Afrika Selatan tewas dalam baku tembak saat pasukan khusus AS mencoba menyelamatkan mereka dari sekapan Al-Qaeda di Yaman.

Presiden AS Barack Obama mengatakan telah memberikan izin digelarnya operasi gabungan yang melibatkan pasukan khusus AS untuk menyelamatkan jurnalis foto Luke Somers karena keselamatan pria itu dalam bahaya.

Pierre Korkie, seorang guru asal Afrika Selatan juga tewas dalam operasi penyelamatan itu. Korkie tewas hanya sehari sebelum dia dijadwalkan akan dibebaskan setelah disandera selama lebih dari satu tahun.

Sebelumnya, kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) pada Kamis (4/12/2014) mengancam akan mengeksekusi Somers (33), yang diculik lebih dari setahun lalu di ibu kota Yaman, Sanaa.

AQAP mengancam akan membunuh Somers dalam waktu tiga hari jika Washington gagal memenuhi tuntutan kelompok itu. Sementara itu, Korkie diculik pada Mei 2013 di kota Taez. Saat itu Korkie sudah bekerja sebagai guru selama empat tahun di Yaman bersama istrinya Yolande.

Yolande yang ikut diculik bersama suaminya itu sudah dibebaskan pada Januari lalu menyusul upaya mediasi yang dilakukan organisasi amal The Gift of the Givers. Organisasi amal itu mengatakan Korkie sudah dijadwalkan bebas dan semua persiapan logistik sudah disiapkan untuk membawa pria itu keluar dari Yaman di bawah perlindungan diplomatik.

"Yolande dan keluarganya sangat terpukul dengan kematian Pierre terlebih karena mereka tahun bahwa pria itu akan dibebaskan besok (Minggu)," kata organisasi amal tersebut.

Selain kedua sandera itu, sebanyak 10 anggota AQAP tewas dalam operasi gabungan di provinsi Shabwa, wilayah tenggara Yaman. Demikian pernyataan kementerian pertahanan Yaman. Meski gagal membebaskan sandera, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel tetap menganggap operasi tersebut berjalan lancar.

"Operasi itu sangat berbahaya dan sulit. Seperti halnya operasi-operasi militer semacam ini, selalu ada risiko," ujar Hagel saat berkunjung ke Kabul, Afganistan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved