Rabu, 8 April 2026

Tarif Naik, Air PDAM Kota Malang Malah Sering Mati

“Di rumah saya, air PDAM masih mengalir. Tetapi alirannya sangat kecil. Sedangkan, di rumah tetangga airnya mati,” katanya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, MALANG – Warga Perumahan Dirgantara Permai, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang. Persoalannya, air PDAM di kawasan tersebut sering mati, padahal tarif air PDAM naik mulai 1 November lalu.

Minggu (23/11/2014), air PDAM di perumahan tersebut mati lagi. Air PDAM di perumahan itu tidak mengalir sejak 04.30 WIB. Hingga sore, air PDAM masih belum mengalir. Kalau pun mengalir, aliran air PDAM sangat kecil. Kondisi tersebut jelas membuat warga di perumahan itu bingung karena tidak bisa mandi maupun memasak.

Warga Perumahan Digantara Permai Blok B 11, Wiranto mengatakan, sudah dua bulan ini, air PDAM di rumahnya sering mati. Tidak pernah ada pemberitahuan dari PDAM terkaitnya matinya aliran air PDAM di lingkungannya. Sebagai pelanggan PDAM, ia merasa dirugikan dengan matinya air PDAM.

“Terakhir, sekitar dua minggu lalu, air PDAM di rumah saya juga mati. Saat itu, air PDAM mati hanya sebentar. Katanya ada pipa yang putus karena terkena proyek galian. Sekarang, airnya mati lagi mulai pagi dan hingga sore belum mengalir. Tidak ada pemberitahuan dari PDAM,” katanya.

Karena air PDAM mati, Wiranto terpaksa mengungsi ke rumah orangtuanya untuk mandi. Beruntung rumah orangtua Wiranto juga berada di kawasan perumahan tersebut. “Rumah orangtua saya pakai air sumur. Saya tadi mandi di sana. Sementara saya tidak masak, hanya beli makanan. Kalau airnya belum mengalir, nanti saya akan beli air galon untuk memasak,” ujarnya.

Wiranto merasa kecewa dengan pelayanan PDAM. Menurutnya, mulai 1 November lalu, PDAM menaikkan tarif air PDAM sebesar 11 persen. Tetapi, pelayanan PDAM tetap tidak maksimal. “Kami tidak mempermasalahkan kenaikkan tarif air, asalkan pelayanannya bagus. Tidak seperti sekarang ini, airnya sering mati,” katanya.

Hal sama dikatakan Cahyo, warga Perumahan Dirgantara Permai. Air PDAM di rumah Cahyo masih mengalir. Tetapi aliran airnya sangat kecil. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan PDAM. “Di rumah saya, air PDAM masih mengalir. Tetapi alirannya sangat kecil. Sedangkan, di rumah tetangga airnya mati,” katanya.

Tak hanya di Perumahan Dirgantara Permai, aliran PDAM di Perumahan Sawojajar I, Kota Malang juga mati. Salah satu warga di perumahan itu, M Taufik mengatakan, air PDAM di perumahannya mati sejak Sabtu (22/11/2014) malam. Hingga Minggu (23/11/2014) sore, air PDAM di rumahnya belum mengalir. “Informasinya, ada pipa PDAM yang putus lagi terkena galian gorong-gorong,” ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved