Stop Pengiriman Air Bersih di Musim Kemarau, Buatkan Sumur Bor
“Untuk yang daerahnya mengandung sumber air asin nanti akan diuji coba,” katanya.
Penulis: Sugiyono | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, GRESIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik membuat sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air bersih di desa yang kekeringan dan tadah hujan.
Pengadaan sumur bor tersebut karena selama musim kemarau desa tersebut sangat tinggi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sehingga banyak membutuhkan bantuan air bersih dari truk tangki.
“Secara bertahap desa yang kekeringan diajukan untuk dibuatkan sumur bor untuk kebutuhan air bersih,” kata Abu Hasan, Ketua BPBD Kabupaten Gresik, Minggu (23/11/2014).
Desa yang sudah dilakukan pengeboran yaitu ada 45 Desa. Di antaranya Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu dan Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang. “Air ini dinaikan pakai pompa air, kemudian dinaikan lagi ke tandon baru dibagikan ke warga. Pembayarannya untuk perawatan dikelola oleh pemerintahan desa setempat,” imbuhnya.
Pengadaan air sumur bor tersebut masih terkendala bagi Desa yang sumber airnya asin sehingga tidak bisa dibuatkan. “Untuk yang daerahnya mengandung sumber air asin nanti akan diuji coba,” katanya.
Selama musim kemarau tahun ini BPBD Kabupaten Gresik telah memprioritaskan di 30 desa untuk disalurkan air bersih dari 45 desa pada tahun kemarin. Mulai dari derah Gresik Utara yaitu Kecamatan Dukun dan Dukun. Sedangkan di Kecamatan Gresik Selatan yaitu Kecamatan Menganti, Cerme, Balongpanggang dan Benjeng.
Dari pantauan Surya Online, sampai sekarang beberapa telaga di Gresik masih kering, seperti telaga dekat Terminal Bunder di Menganti dan di Gresik Telaga Dendo. Sementara telaga bekas tambang PT Semen Gresik masih ada airnya tapi mulai surut.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA