Kredit Bank Untuk Kirim Lobster Pacitan
Tak hanya kendala infrastuktur berupa alat transportasi, permodalan dan akses perbankan juga masih menjadi hambatan para nelayan.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, SURABAYA - Nilai jual ikan segar sangat tinggi dibanding ikan mati. Harganya bisa jatuh hingga 75 persen. Hal itu dirasakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat membawa 1 ton lobster dari Pacitan ke Jakarta.
"Melalui jalur darat, lamanya 21 jam. Dari Pacitan ke Jakarta, 1 ton lobster, yang mati 2 kuintal," cerita Susi saat membuka Konferensi Nasional ke 9, Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Laut dan Pulau-pulau Kecil, bertema "Menuju Tata Kelola Laut yang Berkelanjutan", di Hotel JW Marriott, Surabaya, Rabu (19/11/2014) malam.
Kondisi itu membuatnya berusaha untuk mendapatkan kredit perbankan dan dananya digunakan untuk membeli pesawat. Akhirnya, lobster-lobster segar asal Pacitan itu bisa sampai ke Jakarta dalam waktu kurang dari 2 jam.
Nilai jualnya menjadi tinggi dan meski tetap ada yang mati, tapi hanya kurang dari 1 persen. Hal ini menunjukkan, perlunya infrastruktur untuk produk perikanan Indonesia. Baik untuk pengiriman logistik maupun penyimpanan, agar nilai perikanan Indonesia tidak turun.
"Hasil perikanan yang ditangkap nelayan Indonesia, harus diberikan pengangkutan yang maksimal," kata Susi.
Tak hanya kendala infrastuktur berupa alat transportasi, permodalan dan akses perbankan juga masih menjadi hambatan para nelayan. Padahal, selama ini konsumen menginginkan ikan dan sumber kekayaan laut lain yang dijual secara segar.
"Semua ingin ikan segar dan dibeli dalam keadaan hidup. Akan tetapi infrastruktur di Indonesia lagi-lagi menjadi kendala," ungkapnya.
Karena itu, Susi berharap agar fasilitas logistik ini benar-benar bisa diselesaikan. Pihaknya bersiap memberikan kebijakan untuk mendukung penyelesaian kendala ini.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA