Lapor Cak

Biro Jasa Diistimewakan

Kalau mengurus sendiri, memang seperti itu. Harus mengambil antrian dulu pagi hari. Kalau tidak, maka tidak bisa dilayani. Soalnya terbatas

SURYA Online, SURABAYA - Sejak 3 Oktober 2014, Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya membuka pelayanan paspor di Maspion Square, Jalan A Yani Surabaya. Pantauan di lokasi pelayanan paspor, Kamis (20/11/2014) siang, kursi tunggu di dalam ruangan sudah penuh. Sejumlah pemohon harus rela menunggu di luar ruangan.

Para petugas di dua loket pelayanan yang ada di dalam kantor nampak sangat sibuk. Demikian halnya petugas di bagian dalam, dan petugas Imigrasi yang berada di bagian informasi.

Pelayanan paspor di mal ini diresmikan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin bersama bos Maspion Grup, Alim Markus, 3 Oktober 2014. Di Seluruh Indonesia, baru ada dua pelayanan paspor di mal, di Surabaya dan Jakarta Selatan.

Dua loket pelayanan yang dibuka itu sistemnya sama persis dengan di Kantor Imigrasi Surabaya. Ada sembilan orang petugas imigrasi yang bertuga. Jam kerjanya mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Cara pengurusannya juga sama dengan datang langsung ke Kantor Imigrasi, tarifnya juga sama. Hanya saja, di Imigrasi Waru bisa melayani 300 pemohon, di mala dibatasi 50 pemohon.

"Saya tidak perlu mengambil antrian. Soalnya sudah ada yang mengurusi. Disuruh datang jam 13.00, membawa KTP, KSK dan surat nikah," ujar seorang ibu yang hendak mengurus paspor untuk keperluan berangkat Umroh.

"Kalau mengurus sendiri, memang seperti itu. Harus mengambil antrian dulu pagi hari. Kalau tidak, maka tidak bisa dilayani. Soalnya terbatas," sambung ibu berjilbab asal Surabaya ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: M Taufik
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved