Sabtu, 11 April 2026

Gaun Sampah Daur Ulang Magnet Pameran Kemah Hijau

Verananda dan Sika, dua siswi SMP Negeri I Jombang, termasuk yang banyak menyedot perhatian pengunjung.

Penulis: Sutono | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, JOMBANG-Pameran busana dari bahan daur ulang sampah mewarnai puncak acara Kemah Hijau di Taman Keplaksari Jombang, Minggu (9/11/2014). Kemah Hijau sendiri berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/11/2014).

Busana berbahan daur ulang sampah tak hanya dipamerkan di gerai pameran belasan sekolah tersebut, tapi ada beberapa gaun daur ulang itu yang dikenakan para siswi.

Jadilah mereka model dadakan, menunggu gerai pameran dari sekolahnya. Tak urung, penampilan mereka menjadi magnet bagi pengunjung. Pengunjung ramai-ramai memperhatikan para model ini, sembari berdecak kagum.

Tak jarang pengunjung minta foto bersama para model dadakan bergaun bahan sampah daur ulang ini. Dan, seolah model sungguhan, mereka dengan sabar melayani foto bersama ini.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan Wabup Hj Mundjidah pun menyempatkan diri berlama-lama di belasan gerai pameran, sembari sesekali melakukan dialog dengan para siswa yang menjaga stand
Bupati Jombang memuji kreativitas para siswa. Menurutnya, kreasi busana yang dibuat sedemikan rupa, ternyata bisa menghilangkan kesan buruk kita terhadap sampah. “Justru sebaliknya menghasilkan karya inovatif yang menarik,” kata Bupati Nyono.

Verananda dan Sika, dua siswi SMP Negeri I Jombang, termasuk yang banyak menyedot perhatian pengunjung. Vera mengenakan gaun berbahan kertas minyak warna kuning dan hijau, dipadu dengan rangkaian bulu ayam. Di rambutnya yang disanggul juga bertengger hiasan dari bulu ayam.

Sedangkan Sika mengenakan gaun berbahan utama kain bekas karung atau goni. Khusus bagian bawahannya, malah lebih unik lagi. Yakni, selain karung bahan goni, masih dilapisi dengan rangkaian lidi. Di rambutnya, juga ter-‘tancap’ hiasan dari bulu ayam dan kain goni, mirip mahkota.

Verananda mengaku merancang dan menyelesaikan gaun tersebut selama satu hari penuh, dengan biaya tak sampai Rp 25.000. “Saya dibantu ibu saya,” kata Vera.

Sedangkan Sika, dengan gaun yang terlihat lebih rumit, mengaku merampungkan karyanya selama dua hari. “Capek memang. Tapi melihat hasilnya, saya senang,” kata Sika.   

Tidak hanya busana, dalam ajang tersebut juga dipamerkan sejumlah hasil kerajinan berbahan barang bekas pakai alias sampah yang daur ulang. Diantaranya hiasan dinding dari tutup botol, tas dari plastik bungkus permen, vas bunga dari botol bekas kemasan air mineral dan sebagainya.

Selain pameran kerajinan berbahan sampah daur ulang, acara Kemah Hijau juga menampilkan lomba yel-yel lingkungan hidup, lomba mewarna bertema lingkungan, serta lomba foto selfie bertema lingkungan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

 
 
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved