Sesepuh Trowulan : Pikiran Menjadi Sejuk dan Jernih Usai Diruwat
Berdasarkan kepercayaan sesepuh dan Jawa, mereka perlu diruwat agar mendapatkan jalan yang sesuai impian dan mendapat berkah.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, MOJOKERTO - Ki Wongso, sesepuh Trowulan menyebutkan bahwa Ruwat Sukerto adalah ritual untuk melenyapkan marabahaya dan menghilangkan kesialan.
"Mengusir sengkolo dengan mengharap kekuatan Tuhan. Ruwat Sukerto ini menjadikan pikiran menjadi sejuk dan jernih," kata Ki Wongso kepada SURYA Online, saat Ruwat Sukerto di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto, Jumat (31/10/2014).
Menurutnya, mereka yang perlu diruwat adalah anggota keluarga dengan 37 jenis keluarga.
Misalnya pendowo pendiwi, ontang anting, gentono gentini, dan lainnya.
Berdasarkan kepercayaan sesepuh dan Jawa, mereka perlu diruwat agar mendapatkan jalan yang sesuai impian dan mendapat berkah.
Ki Wongso menuturkan bahwa ruwatan ini adalah bagian dari budaya Jawa yang turun temurun. Siapa pun jika menginginkan boleh ikut ruwatan.
"Sisa air ruwatan jika ada yang menghendaki juga diperbolehkan untuk dibawa pulang. Diyakini, air ini juga membawa berkah. Sebab, di dalam gentong itu ada keris. Inilah yang diyakini menjadikan bening ing pikir dan meneping kalbu (bersihnya pikiran dan jernihnya hati)," kata Ki Wongso.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA