Senin, 11 Mei 2026

Asyiknya Bermain Dakon dan Congklak

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang M Syaikhul Islami mengatakan acara ini digelar untuk memberikan suasana belajar yang berbeda bagi siswa.

Tayang:
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA - Engklek, congklak, lompat tali, tarik tambang, ular naga, bentengan, gobak sodor, dan dakon terasa asing bagi Azikra Maulana Fabiabo Ramadhan, siswa SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya.

Siswi kelas 2-F ini hanya mengenali beberapa permainan itu seperti dakon dan lompat tali. Beberapa lainnya bahkan belum pernah dilihat sebelumnya. “Asyik juga ternyata mainnya. Apalagi suasanya beda,”katanya.

Saat itu Azikra dan 261 murid kelas II SD Muhammadiyah 4 Pucang memang tengah menggelar kelas luar di Taman Prestasi, Jalan Ketabangkali, Surabaya. Di sana dibeber berbagai permainan tradisional tersebut.   

Pada permainan tarik tambang, siswa dibagi dua kelompok untuk beradu kekuatan fisik. Sementara dakon mengharuskan pemainnya berpikir laiknya permainan catur.

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang M Syaikhul Islami mengatakan acara ini digelar untuk memberikan suasana belajar yang berbeda bagi siswa.

“Sudah ada materi belajar luar kelas untuk masing-masing kelas,”katanya, Kamis (23/10/2014).

Dipilihnya permainan tradisional untuk materi pembelajaran karena pihaknya mengaku prihatin dengan semakin langkanya permainan ini di masyarakat. Anak-anak nyaris tidak memainkannya,  bahkan tidak mengenal.

“Ini upaya sekolah melestarikan permainan tradisional. Dengan permainan tradisional, anak dituntut gerak fisik, psikomotorik dan lainnya,”katanya.

Kegiatan lapangan ini bukan saja menarik perhatian murid. Warga kota yang berada di area publik itu tak ketinggalan melihat.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved