Pelaku Tindak Asusila Orang Dekat
Airnya tidak saya beri apa-apa. Selain air putih, ia juga saya beri teh kemasan botol
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, MALANG - Dua pelaku tindak asusila ditangkap polisi, BP (17), warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dan FD (20), warga Kecamatan Pagak. "Kejadiannya Agustus 2014 lalu," jelas Iptu Sutiyo, Kanit PPA Satreskrim Polres Malang kepada Surya Online, Selasa (21/10/2014).
BP mengakui mengajak teman barunya, Anggrek. Keduanya sama-sama berdomisili di Lawang, tapi lain desa. Ternyata pelaku membawa Anggrek pergi dari rumahnya selama lima hari.
Anggrek antara lain dibawa ke rumah teman BP di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan ke vila di kawasan perkebunan teh di Lawang. Selama pelarian itu, mereka berhubungan laiknya suami istri. Tapi Anggrek pulangnya disuruh balik sendiri dengan memberi uang untuk bayar ojek.
Menurut Sutiyo, mereka sebenarnya baru kenal dua minggu sebelum kejadian. Mereka kenalan di sebuah pemakaman Tionghoa di Desa Srigading, Lawang. Tapi kemudian cepat akrab.
Informasinya, Anggrek pada 25 Agustus 2014 akan menikah tapi karena peristiwa tersebut akhirnya batal. BP sendiri menjanjikan akan menikahi Anggrek jika terjadi sesuatu. BP mengaku kerja di pabrik dan hanya lulus SD sedang Anggrek juga sudah tidak sekolah lagi.
Sementara yang dilakukan FD (20) juga menggauli AD (19). Menurut polisi, AD merasa tidak berdaya setelah mendapat minuman dari FS. Ketika tak berdaya itulah, FD beraksi. Pengakuan korban ke polisi, air putih yang diberikan FD terasa pahit. Tapi itu dibantah AD.
"Airnya tidak saya beri apa-apa. Selain air putih, ia juga saya beri teh kemasan botol," jelas FD.
Menurutnya, setelah sampai Pagak, AD kelaparan sehingga dibelikan bakso dan minuman. "Saat itu ia tidak apa-apa," bantah FD. Ia membenarkan jika dirinya dan AD pacaran.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA