HUT TNI Ke 69
Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk
Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan Jati dengan dalang Ki Dalang Kapten Inf Subaris (Danramil 0812/23 Selokuro Lamongan)
Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, MOJOKERTO - Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ) Mojokerto menggelar Wayang Kulit sebagai hiburan kreatif ditengah kesibukan aktifitas kerja bagi keluarga besar dan segenap masyarakat Mojokerto dalam rangka memperingati HUT TNI ke-69, Senin (12/10/2014) malam.
Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Kamulyan Jati dengan dalang Ki Dalang Kapten Inf Subaris (Danramil 0812/23 Selokuro Lamongan), juga bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa, serta memahami sifat–sifat kepahlawanan yang tersirat dalam lakon tersebut.
Dalam cerita tersebut digambarkan suatu keadaan Negara yang mengalami krisis kepemimpinan yang berdampak pada sikap ketidak percayaan masyarakat terhadap pemimpin yang ada dan mempengaruhi situasi politik secara nasional menjadi hangat.
Karena pemimpin yang ada sungguh–sungguh tidak memiliki sifat kemulyaan, sebaliknya hanya mengumbar emosi atau nafsu pribadi ataupun kelompoknya saja. Kerinduan masyarakat akan hadirnya seorang pemimpin yang memiliki sifat–sifat kemulyaan akhirnya terobati dengan hadirnya seorang tokoh yang bernama Bima.
Masyarakat berpendapat bahwa Bima akan mampu mewujudkan impiannya untuk dapat meraih perbaikan kesejahteraan yang lebih baik, dimana hal itu tergambar pada sifat–sifat kemulyaan (Kepahlawanan, Kejuangan, Senasib Seperjuangan, Merakyat dll) yang dimiliki oleh tokoh Bima.
Danrem 082/CPYJ Kolonel Czi Suparjo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat, dimana masyarakat telah memberikan dukungan dan peran yang sangat berarti sehingga rangkaian kegiatan HUT ke-69 TNI di wilayah Korem 082/CPYJ dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib.