Kamis, 30 April 2026

Duh, Susahnya Bermain Kendama

Ken memiliki tiga cangkir dan lonjakan yang sesuai dengan ukuran Tama. Dua benda ini selanjutnya dihubungkan dengan seutas tali.

Tayang:
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Titis Jati Permata

SURYA Online, MALANG – Berbagai alat permainan  tradisional Jepang seperti Kendama, Fukurawai, dan Hanetsuki dipajang dalam pameran Art and Culture Exhibition 2014 di lapangan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema), Sabtu (11/10/2014).

Di sini, para pengunjung bebas memainkannya. Namun pengunjung tidak boleh merusaknya karena peralatan ini adalah pinjaman dari Konsulat Jepang di Indonesia.

“Permainannya seru, dan ini mengasah kelincahan dan timing,” kata Emma, siswi kelas 12 di SMA Santa Maria, Kota Malang sambil memainkan Kendama.

Kandama merupakan mainan tradisional Jepang yang terdiri dari Ken (Pedang) dan Tama (Bola).

Ken memiliki tiga cangkir dan lonjakan yang sesuai dengan ukuran Tama. Dua benda ini selanjutnya dihubungkan dengan seutas tali.

Cara bermainnya ken digerakkan agar bola terlempar ke atas, dan bola yang jatuh harus ditangkap dengan salah satu sisi ken, atau dimasukkan ke dalam ujung yang lancip.

“Mudah kalau bolanya dimasukan pakai tangan,” kata Emma yang saat itu bermain dengan temannya satu kelas, Melly.

Ketua panitia pameran, Silvi Megawati menambahkan pameran ini tidak hanya menampilkan kebudayaan Jepang.

Pameran yang memiliki 13 stand ini juga menampilkan kebudayaan Tiongkok, seperti Kaligrafi, dan Barongsai.

“Kami menggelar pameran budaya ini sebagai sarana pembelajaran para mahasiswa baru di jurusan Administrasi Niaga,” kata Silvi pada SURYA Online.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved