Panglima TNI Akui Alutsista RI Masih Kurang
Menurutnya, saat ini alutsista kita baru sekitar 32 persen dari kebutuhan
Penulis: Sutono | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, JOMBANG-Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengakui alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki Indonesia masih kurang. Namun dia erharapa dalam lima tahun ke depan, peningkatan alutsista TNI sudah jauh lebih baik dari sekarang.
Bahkan Moeldoko mengaku alutsista kita kalah jauh jika dibandingkan dengan negeri jiran Malaysia. Namun demikian, Moeldoko yakin dengan dukungan presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi sebesar Rp 150 triliun, kekuatan TNI bisa sebanding dengan negara lain.
Hal itu diungkap Moeldoko menjawab wartawan usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Rabu (8/10/2014).
Menurutnya, saat ini alutsista kita baru sekitar 32 persen dari kebutuhan. “Diharapkan dalam waktu lima tahun ke depan, peningkatan mencapai 65 persen. Jika itu tercapai, masyarakat akan semakin yakin dengan kemampuan TNI kita,” kata Moeldoko.
Namun lelaki asal Desa Pesing, Purwoasri, Kabupaten Kediri tak merinci jumlah dan jenis alutsista yang masih kurang itu. Yang jelas, katanya, itu meliputi alutsista tiga matra TNI, yakni AD, AL, dan AU.
“Termasuk pengadaan ‘drone’ (pesawat tanpa awak). Kita memang sudah punya, tapi masih kurang. Kemarin termasuk yang kita bawa ke Surabaya, namun tidak kelihatan karena berada pada ketinggian ribuan meter,” terangnya.
Tak hanya peningkatan alutsista, alumnus SMA Negeri 2 Jombang juga terus melakukan peningkatan dan mengoptimalkan kemampuan tempur individu personel TNI.
Disinggung soal tank leopard yang digunakan keliling Surabaya, Moeldoko memastikan mesin perang buatan Jerman tersebut tidak merusak jalan. "Parade sudah berlangsung, dan jalan yang dilewati Leopard tidak rusak. Justru warga terhibur dan bangga," pungkasnya.