HUT TNI Ke 69
Pelabuhan Tanjung Perak Ditutup
Awalnya penutupan baru tanggal 29 September, tapi ada informasi yang mendadak karena ada rencana parade kapal perang
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, SURABAYA - Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-69/2014 yang dipusatkan di Surabaya, 7 Oktober 2014, tidak hanya melakukan penutupan Bandara Juanda. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga akan dituntup sementara.
Kendati puncak perayaan HUT TNI tahun ini baru dilakukan 7 Oktober 2014 tapi penutupan Pelabuhan Tanjung Perak sudah dimulai Rabu-Kamis (24-25/9/2014), mulai pukul 06.00 Wib -11.00 WIB.
Kepala Humas PT Pelabuhan Tanjung Perak Dhany R Agustian menjelaskan, penutupan Pelabuhan Tanjung Perak awalnya baru akan dilakukan 29 September 2014.
Ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya yang menyebutkan tanggal 29 September dan tanggal 1, 2, 3, 4 dan 6 Oktober 2014 akan dilakukan kegiatan latihan kapal-kapal perang TNI di Dermaga Ujung Surabaya mulai pukul 06.00 WIB.
"Awalnya penutupan baru tanggal 29 September, tapi ada informasi yang mendadak karena ada rencana parade kapal perang mulai besok (Rabu, 24/9/2014)," sebut Dhany kepada Surya, Selasa (23/9/2014).
Dhany menuturkan, penutupan pada 24 dan 25 September ini bersifat sementara dan dilakukan selama empat sampai lima jam. Surat dari Kantor Syahbandar belum diterima PT Pelindo III Tanjung Perak selaku operator pelabuhan. "Mungkin malam (Selasa, 23/9/2014) ini. Saya sudah diberitahu secara lisan," aku Dhany.
Adanya rencana penutupan ini, Dhany meminta supaya kapal-kapal yang melakukan kegiatan di sekitar kolam Pelabuhan Tanjung Perak untuk mematuhi surat edaran tersebut. Kapal-kapal tidak berlayar selama kegiatan latihan TNI sedang berjalan.
Dhany juga mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada kapal yang mau melakukan aktifitas pelayaran dan asosiasi pengusaha yang biasa menggunakan jasa bongkar buat di Pelabuhan Tanjung Perak.
"Sudah kita sosialisasikan kepada kapal-kapal sebelum masuk tambat dan sandar," jelas Dhany.
Karena penutupan tidak hanya tanggal 24 dan 25 September, Dhany mengaku akan menimbulkan dampak, kendati penutupan hanya sementara. Sebagai solusinya, Pelindo III Tanjung Perah menyiapkan zona labuh bagi kapal-kapal yang hendak bersandar ke Pelabuhan Tanjung Perak. Zona labuh sementara ditempatkan sekitar Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik.
"Tapi zona labuh ini terbatas hanya bisa untuk 80 kapal biasa saja. Seperti kapal domestik," papar Dhany.
Sedangkan untuk kapal besar dari luar negeri atau antar samudra, zonal labuhnya dilakukan di luar. Kemudian juga dilakukan reschedule lagi selama ada kegiatan penutupan.
Dhany mengakui, dampak penutupan sementara selama empat sampai lima jam cukup besar karena alur pelayaran baru normal lagi selama dua minggu kedepan. Pihaknya berusaha menetralisir supaya tidak terjadi krodit parah adanya penutupan pelabuhan.
"Tidak ada solusi lain kecuali menyiapkan kapal-kapal di zona labuh," cetus Dhany.
Pelabuhan Tanjung Perak adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok. Menurut data, dalam satu hari di Pelabuhan Tanjung Perak terjadi 90 pergerakan yang mendukung kegiatan ekonomi Indonesia Timur, khususnya Surabaya.
Sesuai data, realisasi arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang Januari hingga Agustus 2014 tercatat 8.933 unit kapal telah membawa barang dan orang.
Berdasarkan jenis kapalnya, kapal petikemas masih mendominasi dengan jumlah 2.976 unit dengan berat mencapai 23,7 juta GT, disusul kapal tanker sebanyak 1.093 unit dengan berat mencapai 9,2 juta GT.