FPI Mengaku Berat Memaafkan Pembuat Sepanduk "Tuhan Membusuk"
Sekjen FPI Jatim yang juga Salah satu saksi pelapor, Ustad Choirudin mengatakan, dari kasus tulisan sepanduk tersebut telah menimbulkan keresahan umat
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur mengaku cukup berat untuk memaafkan perbuatan pembuat sepanduk "Tuhan Membusuk". Pasalnya, tulisan dalam sepanduk tersebut telah masuk dalam kategori penistaan agama.
Sekjen FPI Jatim yang juga Salah satu saksi pelapor, Ustad Choirudin mengatakan, dari kasus tulisan sepanduk tersebut telah menimbulkan keresahan umat di mana-mana. Bahkan, sejumlah umat atas tulisan sepanduk tersebut telah mengutuk para pembuatnya.
"Kami tidak habis pikir dengan kesalahan yang terjadi di UINSA, seharusnya hal seperti itu tidak terjadi," kata Choirudin di Mapolda Jatim, Senin (22/9/2014).
Untuk itu, ungkap Choirudin, pihaknya mengharapkan Polda Jatim secepatnya mengusut tuntas kasus tersebut. Hal itu dimaksudkan agar keresahan umat tidak terus berlarut-larut menunggu tindakan aparat kepolisian terhadap sepanduk "Tuhan Membusuk".
"Kami ingin persoalan ini diusut serius karena menyangkut umat bukan hanya ribuan, tapi jutaan," tutur Choirudin.