Dibantu PKG, Toha Kini Kembali Melihat Terang Dunia

"Untuk melihat saya harus sedikit menebak-nebak apa yang saya lihat," ujar Toha.

Penulis: Adi Agus Santoso | Editor: Satwika Rumeksa
Dibantu PKG, Toha Kini Kembali Melihat Terang Dunia
surya/adi sani
Zumani didampingi anaknya, usai mendapatkan operasi katarak secara gratis di RS PG, Sabtu (13/9/2014).

SURYA Online, GRESIK - Perempuan tua itu, tampak berjalan perlahan sambil digandeng seorang perempuan yang lebih muda. Keduanya berjalan pelan menyusuri koridor Rumah Sakit Petrokimia Gresik di Jl Ahmad Yani Gresik. Di rumah sakit yang baru diresmikan itu, keduanya lantas menuju desk informasi, untuk selanjutnya mendapatkan kursi roda.

Setelah Zumani (52), perempuan tua itu duduk di kursi roda, seorang lelaki muda bergegas mendorongnya ke ruang periksa sementara. Begitu keluar dari ruang periksa, tampak mata sebelah kiri Zumani terlihat ditutup perban putih.

Masih duduk di kursi roda, Zumani didorong masuk ke lift menuju lantai 5, untuk  mendapatkan pelayanan gratis berupa operasi mata Katarak. Zumani adalah satu dari 50 pasien katarak dari keluarga kurang mampu, yang mendapatkan kesempatan untuk dioperasi katarak secara gratis dari manajemen Rumah Sakit Petromikia Gresik (RSSG).

Kegiatan sosial ini, seperti disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik (PKG) Wahjudi, adalah salah satu program corporate social responsibility (CSR) yang rutin diadakan setiap tahun. "Operasi ini untuk memberikan bantuan berobat kepada masyarakat, agar kembali melihat secara jelas. Pesertanya dari masyarakat sekitar perusahaan, dan masyarakat secara umum,” kata Wahyudi.

"Diharapkan melalui kegiatan ini, PKG mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dan seluruh masyarakat Indonesia untuk kelancaran tugas penyediaan pupuk bersubsidi,” katanya.

Usai mendapat pelayanan operasi, Zumani warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik mengaku gembira bisa mengikuti operasi katarak. Pasalnya, setelah positif divonis menderita katarak setahun lalu, dirinya tidak bisa lagi melihat dengan jelas apa yang ada di hadapannya.

"Kedua mata saya, kalau untuk melihat selalu kabur seperti ada benang. Namun, setelah mata sebelah kiri dioperasi, mudah-mudahan bisa melihat dengan jelas kendati hanya satu mata," ujarnya sambil menggenggam erat lengan putrinya.

Pasien katarak lainnya, Toha Mu'min (54), warga Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya mengakui sudah hampir 10 tahun penglihatannya kurang terang. Ia baru tahu kalau mengidap katarak, saat hendak membeli kaca mata oleh penjualnya diberitahu kalau dirinya positif katarak.

"Sebenarnya, 10 tahun lalu itu saya sudah disuruh operasi katarak. Tetapi karena tidak punya uang, belum bisa operasi. Padahal, untuk melihat saya harus sedikit menebak-nebak apa yang saya lihat," ujar Toha.

"Namun sekarang saya sudah bisa melihat dengan normal, setelah mendapat kesempatan operasi katarak gratis di RSPG. Terima kasih kepada para dokter, rumah sakit dan PT Petrokimia Gresik yang telah membantu saya bisa melihat kembali setelah 10 tahun saya hampir dalam kegelapan," imbuh Toha didampingi istrinya usai dioperasi katarak.

Di tempat terpisah, dr Singgih Priyanto MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Petrokimia Gresik mengatakan, tahun ini peserta operasi katarak gratis sebanyak 50 orang. Jumlah ini, masih tetap sama dengan kegiatan yang sama selama tiga tahun berturut-turut.

"Tahun ini, biaya yang kita keluarkan untuk operasi katarak gratis sebesar Rp 225 Juta," ujar dokter Singgih.

Dari 50 pasien operasi katarak tahun ini, tambah dr Singgih, sebanyak 43 orang dari Kabupaten Gresik, empat pasien dari Surabaya, dua dari Lamongan dan seorang pasien dari Kabupten Sampang Pulau Madura. "Kita menerima semua calon pasien, asalkan lolos dalam pemeriksaan awal. Sebab, tidak semua pasien katarak bisa langsung dioperasi," imbuhnya.

Menurut ilmu kesehatan mata, katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan yang dapat membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved