Rabu, 15 April 2026

Bidik Investor Jatim Beli Gudang di Kaltim

Margareth menjanjikan kemudahan pembelian secara in house hingga 50 bulan.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, SURABAYA - Banyaknya investor asal Jawa Timur (Jatim) yang mengembangkan bisnisnya di Kalimantan Timur, menjadi target perusahaan pengembang properti untuk investasi gudang di daerah Balikpapan dan Samarinda. Potensi ini sangat besar, karena tiap tahun, pengusaha logistik yang mengirimkan barang dari Surabaya menuju Kaltim terus mengalami peningkatan.

"Dengan gudang ini, kami melihat peluang, pengusaha logistik Jatim bisa memanfaatkan untuk menyimpan barang sebagai bagian dari transit sebelum dikirim ke daerah-daerah lain di Kaltim," kata Margareth Sri Mulyaningsih, Managing Director PT Bintang Omega Sakti (BOS), ketika ditemui di Grand City, Kamis (18/9/2014).

Pergudangan yang ditawarkan di Kaltim ini adalah kawasan Pergudangan Karingau Center di Balikpapan dan Mangkupalas Business Center di Samarinda.

Apalagi dua kawasan pergudangan ini dimasukkan dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), untuk koridor prekonomian di Kaltim. Khusus untuk kawasan pergudangan di Balikpapan, lokasinya sangat strategis dengan berdekatan Pelabuhan Karingau.

Pelabuhan Karingau merupakan pelabuhan petikemas terbesar di Kalimantan Timur yang kerap dijadikan port hub (penghubung antar pelabuhan) di Indonesia. Sementara posisi kawasan pergudangan Karingau Center hanya berjarak kurang dari 7 km dari pelabuhan itu.

Dari total kawasan pergudangan yang dikembangkan BOS ini, total ada 353 unit. Terdiri atas 175 unit di Samarinda dan 178 di Balikpapan. "Saat ini, sudah sekitar 74 persen terjual di dua tempat itu. Dan sekitar 50 persennya adalah investor asal Jawa, termasuk Jatim," tambah Margareth.

BOS menginvestasikan kurang Rp 800 miliar untuk dua gudang terebut diatas lahan 12 hektare pergudangan di Balikpapan dan 14 hektar di Samarinda. Pihak BOS berencana melakukan ground breaking mulai tahun 2015, dan diperkirakan kompleks pergudangan sudah tuntas pada 2017 nanti.

Margareth menjanjikan kemudahan pembelian secara in house hingga 50 bulan.

 "Kami sudah bekerjasama dengan pihak bank, seperti BII, BNI, Panin dan Syariah Mandiri sebagai partner untuk mengucurkan kredit gudang ini," tandas Margareth.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved