Lipsus Kilau Investasi Emas
Tidak Butuh Perhatian Khusus
Hingga saat ini, komoditas ini masih bentuk investasi paling aman. Ini karena fisik emas itu bisa dipegang oleh pemiliknya.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Tri Dayaning Reviati
SURYA Online, SURABAYA - Harga emas masih terpuruk. Saat ini, harga turun sekitar 50 dolar AS per troy ounce (1 troy ounce = 31,1 gram-Red) dibanding Agustus lalu.
Namun, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Wilayah Jatim, Ali Wahyudi meyakini bahwa harga emas akan segera membaik dalam waktu dekat.
Menurut dia, turunnya harga emas akibat sepinya pasar sangat lumrah. Sekarang ini, kondisi pasar mulai ramai. “Banyak orang mulai beli karena harganya sedang turun. Kalau pasar ramai, harga bisa kembali stabil lagi,” ujar Ali, akhir pekan lalu.
Ia menilai, hingga saat ini, komoditas ini masih bentuk investasi paling aman. Ini karena fisik emas itu bisa dipegang oleh pemiliknya. “Memang harga bisa turun, tapi itu fluktuatif. Kalau permintaan kembali banyak, harga akan naik lagi,” katanya.
Disisi lain, tingkat spekulatifnya juga paling rendah. Dibanding valas misalnya, emas cenderung lebih kecil spekulasinya.
Keuntungan lainnya, membeli atau investasi di emas berbeda dengan investasi lainnya, seperti saham, reksadana, dan lainnya, yang memerlukan perhatian khusus. Menyimpan emas tidak memerlukan keterampilan apa-apa. Hanya butuh sedikit biaya untuk menyewa safe deposit box atau disimpan ditempat yang aman di rumah.
Ali menyarankan, memilih emas batangan untuk kebutuhan investasi. Tingkat penyusutan uang di emas perhiasan jelas lebih besar, daripada emas lantak. Di emas perhiasan, uang bisa menyusut hingga 10 persen. Sementara untuk emas batangan, sebesar 4 persen saja.