Surabaya Sport For All Tingkat Kota
Bertekad Jadikan Olahraga sebagai Life Style Masyarakat Surabaya
Kepala Bidang Olahraga Rekreasi Dispora Kota Surabaya Ir Yuda Prasetya menyatakan event ini bertujuan agar olahraga sebagai life style masyarakat.
Penulis: Parmin | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Tekad Pemkot Surabaya menggali olahraga tradisional disambut antusias masyarakat. Minggu pagi (14/9/2014) ratusan orang memenuhi halaman parkir Giant Jl Rajawali Surabaya. Mereka bersiap mengikuti berbagai lomba dan pertandingan yang dikemas dalam Surabaya Sport for All Tingkat Kota.
Berbagai lomba dan pertandingan digelar Dinas Pemuda dan Olahraga dengan menggandeng Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Surabaya, mulai eggrang hingga senam Line Dance. Selain itu ada pula lomba terompa panjang, hadang, dan dagongan. Sedang untuk senam meliputi senam SBLI, senam SABI, SKJ12, Porpi, dan Line Dance.
Cabang-bang itu sebagian di bagi dalam dua kategori umum dan pelajar serta kelompok umur pra lansia di bawah 40 tahun dan lansia di atas 40 tahun.
Event ini selain mendapat trofi dan piagam, para pemenang lomba dan pertandingan mendapatkan uang pembinaan dari Dispora Kota Surabaya.
Kepala Bidang Olahraga Rekreasi Dispora Kota Surabaya Ir Yuda Prasetya menyatakan event ini bertujuan agar olahraga sebagai life style masyarakat. Dia berharap olahraga sebagai kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat Surabaya.
Untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, lanjut dia, Surabaya Sport for All sengaja dibuat road show. Dan raod show terakhir untuk wilayah digelar di Gedung Pandansari Kandangan Benowo pada 6 September lalu.
Namun, Yuda masih belum puas atas capaian road show sebelumnya yang dianggapnya masih sepi peminat. "Hanya di wilayah barat kemarin yang agak lumayan. Tapi memang promosinya kurang," tandasnya.
Dia berjanji event serupa pada tahun-tahun mendatang akan memaksimalkan promosi dan kerjasama dengan media.
Meskipun secara resmi Surabaya Sport For All berakhir Minggu (14/9/2014), ada beberapa cabang olahraga yang masih menyisakan pertandingan yakni, bulut tangkis dan bola voli.
Ketua FORMI Kota Surabaya Drs Bambang Purwanto Nagoro menambahkan, secara keseluruhan target terpenuhi meskipun pada road show di beberapa wilayah sebelumnya belum maksimal.
Dia menyadari bahwa promosi yang kurang membuat event di awal-awal penyelenggaraan hasilnya belum menggembirakan. "Secara keseluruhan boleh dikatakan berhasil, bahkan pada Oktober nanti akan digelar event serupa," ujarnya.
Dia menginformaskan pada Oktober 2014 nanti cabang akan ditambah futsal, selain bulu tangkis dan voli.
Menurut Bambang event Surabaya Sport For All ini juga untuk menjaring atlet-atlet olahraga tradisional utamanya egrang, trompa panjang, hadang, dan dagongan yang sewaktu-waktu akan diterjunkan kejurda maupun kejurnas.