Breaking News:

Menghidupkan Lagi Ruh Candi Badut Yang Hilang

Sayang penampilan seni mereka saat itu tak dipromosikan dengan luas, sehingga penontonnya sepi.

surya/adrianus adhi
Suasana penampilan seni dari komunitas seni Asta Karya Panca Wiguna (AKPW) di Pelataran Candi Badut, Senin (8/9/2014) malam. 

SURYA Online, MALANG - Suasana Candi Badut, Senin (8/9/2014) malam tampak ramai.

Belasan orang berpakaian Jawa Kuno, kebaya, dan pemuda-pemudi yang berpakaian necis duduk bersila di pelataran candi.

Tak ada keributan, sekat, ataupun teriakan pada malam itu. Semuanya hening.

Tepat pukul 19.00, dibawah sinaran bulan purnama, dua muda-mudi berpakaian Jawa keraton tampak berjalan dengan lamban menuju pintu masuk candi.

Mereka lalu menari dengan lemah gemulai begitu menaiki anak tangga menuju pintu candi.

Dua penari ini berasal dari komunitas seni Asta Karya Panca Wiguna (AKPW).

Keduanya menari dengan tenang meski tarian mereka hanya diiringi suara jangkrik, dan hembusan hawa udara sekitar saat itu sangat dingin.

Nama tarian mereka adalah Tari Karonsih. Tarian ini menceritakan kisah cinta Panji Asmoro Bangun dengan Dewi Sekartadji.

Usai penampilan tari itu, pertunjukkan seni berikutnya adalah permainan musik dari Ugik Arbanat, lalu tarian kontemporer Laku-Lelaku dari Sanggar Tari Karawitan Asri Kusuma Universitas Negeri Malang.

Manager AKPW, Sulailah mengungkapkan penampilan para seniman di pelataran candi adalah kali ketujuh.

Halaman
12
Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved