Sharp dan Polytron Tetatp Produksi TV Tabung
“Maka itu, kami masih akan memproduksinya. Tapi sekitar 2017, mungkin akan kami hentikan,”
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, SURABAYA – Laju perubahan teknologi membuat televisi LED kini seakan menjadi kebutuhan wajib, buat konsumen televisi. Semakin banyak yang menganggap bahwa era televisi tabung sudah berakhir.
Menariknya, beberapa produsen elektronik besar, justru tak mau begitu saja menghentikan produksi televisi tabung mereka. Meski kalah pamor dengan LED, televisi tabung ternyata masih memberikan kontribusi lumayan untuk menambah pundi-pundi untung.
PT Sharp Electronics Indonesia (SEIN), melalui produknya Sharp Indonesia, masih memproduksi televisi tabung karena permintaan pasar masih ada. Apalagi, kompetitor di produk ini justru semakin berkurang.
Public Relation, Corporat Social Responsibility & Promotion Manager Brand Strategy Group Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, mengatakan pihaknya belum menghentikan produksi televise ini, karena masih digemari oleh sebagian segmen konsumen.
"Kultur beberapa orang di Indonesia, ada yang masih senang dengan suara yang lebih keras dan jelas, tapi tidak didukung dengan kemampuan membeli audio tambahan. Jadi, televise jenis ini masih laku,” jelas Pandu, dihubungi Senin (8/9/2014).
Terlepas dari hal tersebut, Sharp Indonesia memang tidak berencana untuk terus memproduksi televise jenis ini. Pandu mengatakan, produksi, masih tetap akan berlanjut, hingga dua tahun ke depan.
Penyebabnya, perusahaan menghitung akan tidak akan menguntungkan jika hanya memproduksi spare part TV berlayar tabung untuk keperluan sendiri. Sementara, perusahaan itu harusnya memproduksi aneka spart part lain untuk perusahaan lain.
Selain Sharp, PT Hartono Istana Teknologi, produsen Polytron, juga melakukan langkah serupa. Public Relations Polytron, Santo Kadarusman, mengatakan, dari 100 persen penjualan lini produk televisi, produk televisi tabung masih berkontribusi sebesar 25 persen. Sebuah angka yang dipandang Polytron masih sangat baik.
Paradigma bahwa televisi tabung lebih irit daya listrik dan awet daripada LED, meski berbadan bongsor dan makan tempat, ternyata masih ada di benak sebagian besar pembelinya. “Konsumen televisi jenis ini, karena dianggap lebih hemat listrik, dan lebih awet dari televise LED,” ujar Santo.
Meski demikian, paradigma itu diyakini akan berangsur hilang dengan berjalannya waktu. Santo mengatakan, pihaknya memperkirakan, pada 2017, televisi jenis ini akan kehilangan lebih banyak konsumen. “Maka itu, kami masih akan memproduksinya. Tapi sekitar 2017, mungkin akan kami hentikan,” kata Santo.