Polisi Banyuwangi Tangkap Truk Pengangkut 3000 Liter Jeriken Arak Bali
Pengiriman 3000 liter arak bali dari Pulau Bali ke Banyuwangi digagalkan oleh petugas
Penulis: Wahyu Nurdiyanto | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, BANYUWANGI - Pengiriman 3000 liter arak bali dari Pulau Bali ke Banyuwangi digagalkan oleh petugas Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Wangi Banyuwangi.
Arak-arak tersebut diangkut sebuah truk Mitsubishi nopol DK 9496 PI dan dikemas dalam 100 jiriken warna biru dengan masing-masing jeriken berisi 30 liter.
"Truk tersebut dicegat di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang pada Selasa (2/9/2014) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB," kata Kapolsek KP3 AKP Subandi.
Subandi mengatakan dalam penangkapan Selasa dinihari tersebut, petugas juga menahan sopir truk, Agus Susanto (35), warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.
Berdasarkan pengakuan Agus, dirinya sama sekali tidak tahu barang yang dibawanya adalah arak bali.
Ketika itu, dirinya baru saja mengirim beras di wilayah Karangasem, Bali.
Namun saat akan pulang menuju Banyuwangi, truk yang disopirinya dicegat orang dan diminta untuk membawa barang ke Rogojampi, Banyuwangi.
"Pengakuannya, dia diminta bawa minyak ikan. Driver mengaku tidak tahu barang tersebut arak karena disebutkan minyak ikan, dan diberi upah untuk mengantar ke wilayah Gladag, Kecamatan Rogojampi," lanjut Subandi.
Informasi yang didapat petugas, satu jeriken arak bali atau 30 liter arak bali dijual seharga Rp600.000.
"Kami akan terus mengintensifkan razia kendaraan di penyeberangan menuju Banyuwangi. Selain mencari barang terlarang seperti arak juga menghindari masuknya kendaraan bermasalah, seperti hasil kejahatan atau menggunakan surat kendaraan palsu," tutup Subandi.
Ini adalah temuan arak bali yang kedua dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, KP3 juga menggagalkan pengiriman 20 jeriken arak bali saat mobil Toyota Kijang DK 1173 BM pengangkutnya tiba di pelabuhan Ketapang.